Kabar Baik, Vaksin COVID-19 Sinovac Aman untuk Balita

Ichsan Suhendra, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sinovac menyebut vaksin COVID-19 produksinya aman untuk anak-anak usia 3 sampai 17 tahun. Laporan itu berdasarkan data awal dan telah telah diserahkan ke regulator obat di China.

Lebih dari 70 juta suntikan vaksin Sinovac telah diberikan di seluruh dunia, termasuk di China. China telah menyetujui penggunaannya pada orang dewasa tetapi belum digunakan pada anak-anak, karena sistem kekebalan mereka mungkin merespons secara berbeda terhadap vaksin.

Direktur medis di Sinovac, Gang Zeng, menyebut uji klinis tahap awal dan menengah dengan lebih dari 550 subjek menunjukkan vaksin akan memicu respons kekebalan, begitu dikutip dari laman India Times.

Lebih lanjut, Zeng menjelaskan dua penerima mengalami demam tinggi sebagai respons terhadap vaksin. Satu anak berusia 3 tahun dan yang lainnya berusia 6 tahun. Subjek uji coba lainnya mengalami gejala ringan.

"Menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan akan menimbulkan respons imun yang berpotensi berguna melawan SARS-CoV-2 sangat disambut baik, '' kata Eng Eong Ooi, seorang profesor di sekolah Kedokteran Duke NUS di Singapura yang ikut memimpin pengembangan vaksin COVID-19.

Namun, dia mengatakan data yang dipresentasikan kepada publik oleh perusahaan tidak cukup untuk memberikan jawaban yang pasti atas temuan tersebut. Anak-anak jauh lebih kecil kemungkinannya untuk sakit parah dengan COVID-19, tetapi mereka masih berisiko dan dapat menyebarkan virus.

Dan sementara kampanye vaksinasi di seluruh dunia difokuskan pada orang dewasa, anak-anak perlu diimunisasi untuk mengakhiri pandemi.Sementara, vaksin Pfizer diizinkan untuk digunakan mulai usia 16 tahun dan sedang dipelajari pada usia 12 sampai 16 tahun.

Untuk vaksin Moderna telah mempelajari vaksinnya pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas dan minggu lalu mengumumkan studi baru yang menguji penggunaannya pada anak-anak di bawah 12 tahun.

Sinopharm yang memiliki dua vaksin COVID-19, juga sedang menyelidiki keefektifan vaksinnya pada anak-anak. Perusahaan tersebut mengatakan pada Januari telah menyerahkan data klinis kepada regulator, meskipun tidak jelas apakah itu untuk satu atau kedua vaksin.