Kabar Baik, WNI Bisa Masuk Arab Saudi Tanpa Harus Booster Vaksin Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan pemerintah Arab Saudi mengizinkan warga negara Indonesia (WNI) masuk tanpa harus transit di negara ketiga per 1 Desember 2021. Selain itu, WNI yang masuk ke Arab Saudi tak perlu lagi booster vaksin Covid-19.

Kendati begitu, warga Indonesia diwajibkan disiplin mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya, dengan menjalani karantina institusional selama lima hari.

"Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama," jelas Yaqut dikutip dari siaran persnya, Jumat (26/11/2021).

Dia mengatakan ada lima negara lain yang juga sudah mendapat izin masuk Arab Saudi, yakni, Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir. Yaqut pun menyambut baik aturan baru yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) pada 25 November 2021.

Menurut dia, aturan ini menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Yaqut pun mengingatkan WNI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama berada di Arab Saudi.

"Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi," ujar dia.

Sempat Dilarang Masuk

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan terbang atau suspend terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021.

Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi. Namun, hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya juga meminta masyarakat penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm yang hendak menjalani ibadah umrah dan haji mendapatkan vaksin booster. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Arab Saudi hanya mengakui vaksin Astra Zenecca, Moderna, Pfizer dan Jonshon and Jonshon.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel