Kabar Buruk Hantam Mike Tyson

·Bacaan 1 menit

VIVA – Legenda tinju dunia, Mike Tyson dihantam kabar buruk. Dia terancam harus menghadapi gugatan hukum karena dianggap melanggar perjanjian.

Kasus Mike Tyson bermula dari klaim dirinya yang sudah mengakhiri kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa jejaring sosial, Triller.

Pemutusan kerja sama itu seusai duel comeback Tyson melawan Roy Jones Jr pada November 2020 lalu.

Dan, di pertarungan selanjutnya melawan Evander Holyfield, Tyson sudah menjalin komitmen dengan Legends Only League.

"Untuk memperjelas, tidak ada pertarungan Tyson dengan Triller. Saya adalah mitra di Legends Only League, dan acara saya berikutnya adalah dengan mereka," kata Tyson, dilansir The Sun.

"Saya tidak akan pernah melakukan acara atau bisnis dengan Triller, jadi siapa pun yang mengartikan bahwa mereka memiliki hak atas nama saya atau acara saya berikutnya adalah tidak benar,” sambungnya.

Klaim Tyson tak dapat diterima Triller. Mereka menegaskan masih memegang hak untuk penyelenggaraan duel Tyson kontra Holyfield.

Kepala Triller Ryan Kavanaugh juga telah mengancam Tyson dengan tindakan hukum dalam sebuah surat yang baru-baru ini diperoleh The Athletic.

"Tim saya dan saya sangat menghormati Anda. Daripada ini menjadi pertempuran hukum, lebih baik kita duduk bersama, menyelesaikan ini, dan membicarakan pertarungan berikutnya melawan Evander," kata Kavanaugh.

"Yang kami minta hanyalah kami menyingkirkan perantara dan melakukan percakapan satu lawan satu dengan anda. Kami yakin bahwa kebenaran akan menang seperti halnya semua orang yang terlibat," sambungnya.

Duel Tyson kontra Evander Holyfield,direncanakan bakal berlangsung Agustus 2021. Sebulan kemudian, pemegang rekor juara dunia kelas berat termuda itu mengklaim akan menghadapi Lennox Lewis dalam pertandingan ulang blockbuster.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel