Kabar Duka! Badak Putih Tertua di Dunia Tutup Usia di Umur 54 Tahun

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia satwa. Masih ingatkah kamu dengan Toby? Badak putih tertua di dunia yang tinggal di kebun binatang Parco Natura Viva Italia. Ia dinyatakan meninggal di usia 54 tahun pada 6 Oktober 2021.

"Dia pingsan di lantai dalam perjalanan kembali ke tempat penampungan malamnya, dan setelah sekitar setengah jam, jantungnya berhenti," ungkap seorang perwakilan Kebun Binatang Parco Natura Viva, Elisa Livia Pennacchioni.

TERKAIT: Anak Badak Ini Akan Akhiri Pekanmu dengan Segala Keimutannya

TERKAIT: Langka, Begini Proses Kelahiran Bayi Badak Sumatera

Toby tidak akan dikubur atau dikremasi. Melainkan akan dibalsem dan dipajang di museum sains MuSe di Trento. Kabarnya badak asal Afrika itu akan bergabung dengan Blanco, seekor singa putih yang mati limat tahun lalu.

Menurut Pennacchioni, seekor badak putih dapat hidup hingga usia 40 tahun saat berada di penangkaran. Sementara di alam liar, seekor badak putih bisa hidup mencapai 30 tahun.

Menyusul pasangannya yang telah mati

Toby akhirnya mati dan menyusul pasangan betinanya Sugar yang mati pada 2012. Kini, Toby meninggalkan Benno yang berusia 39 tahun sebagai badak putih satu-satunya di Parco Natura Viva.

Dikutip dari WWF, Toby merupakan spesies badak putih selatan, salah satu populasi badak yang tidak terancam punah. Populasi badak putih selatan sendiri diperkirakan sekitar 18ribu spesies.

Badak putih sendiri terbagi menjadi dua spesies, yakni badak putih utara dan selatan. Keduanya sama-sama ditemukan di Afrika namun di wilayah yang berbeda. Berbeda dengan badak putih selatan yang masih banyak populasi, badak putih utara justru hanya tersisa dua di dunia. Kedua badak putih utara ini berjenis kelamin betina.

Badak putih utara jantan terakhir di dunia, Sudan, mati pada 2018. Kematian Sudan meninggalkan duka bagi warga dunia. Ia meninggalkan dua keturunan badak putih utara, yakni Najin dan Fatu. Meski demikian, kedua badak putih utara betina ini dinilai tidak bisa menyelamatkan keberadaan spesiesnya tanpa pejantan.

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel