Kabar Gembira, Polisi Pastikan Tak Ada Penyekatan Selama Arus Mudik Lebaran 2022

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan jika tidak ada diberlakukan penyekatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2022.

"Yang jelas tidak ada penyekatan pada saat pengamanan arus mudik maupun arus balik," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Senin (18/4).

Kendati demikian, pemudik harus sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster. Diketahui, Pemerintah juga telah mengizinkan masyarakat untuk mudik dengan vaksin booster sebagai syarat.

"Para pemudik diharapkan menjaga protokol kesehatan masing masing kemudian kita siapkan booster bagi yang belum booster kami siapkan pos pos pelayanan," imbuhnya.

"Ada pos pelayanan ada pos pengamanan, di pos pelayanan Polri kita siapkan vaksin booster, antara lain di rest area jalan tol kemudian jalur arteri sepeda motor itu banyak," lanjutnya.

Meski demikian, Sambodo mengimbau kepada masyarakat yang hendak mudik dengan perjalanan jauh untuk diminta tidak memakai sepeda motor, karena faktor keselamatan yang lebih rentan.

"Kami mengimbau untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor karena berbahaya. Tetapi tentu tidak bisa kita elakkan maka di titik di Kedung Waringin dan Jatiuwung yang ke arah Merk itu kita siapkan ada pos pelayanan," ujarnya.

Sambodo mengatakan pos tersebut, nantinya akan diperuntukan khusus untuk para pengendara sepeda motor yang nantinya melintas.

Naik 15 Persen

Di samping itu, Polda Metro Jaya memprediksi akan ada peningkatan arus lalu lintas 10 sampai 15 persen ketika arus mudik 2022. Kenaikan itu bisa meningkat dibandingkan pada arus mudik tahun 2019.

"Naik antara 10-15 persen dibanding dengan mudik tahun 2019," kata Sambodo.

Sambodo mengatakan kenaikan tersebut bisa terjadi, karena diperbolehkannya mudik pada lebaran tahun ini. Termasuk, adanya kegiatan mudik gratis yang disediakan beberapa instansi.

"Kita menyiapkan juga beberapa lokasi mudik Bareng yang dilaksanakan swasta maupun BUMN di instansi pemerintah," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 6.500 calon pemudik telah mendaftar menjadi peserta mudik gratis yang difasilitasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pendaftaran mudik gratis dibuka oleh Dinas Perhubungan sejak Sabtu (16/4).

"Belum full. Baru terisi 6.500-an," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI, Yayat Sudrajat, Senin (18/4).

Yayat menuturkan, kuota perjalanan mudik sebanyak 11.000 orang, sedangkan total arus mudik dan arus balik dialokasikan mencapai 19.680 orang.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih terus membuka pendaftaran mudik gratis. Pendaftaran dilakukan secara daring. Jika terdapat kendala saat mendaftar, Yayat menilai hal itu disebabkan karena tingginya masyarakat yang mengakses situs pendaftaran mudik Dinas Perhubungan.

"Kemarin error, itu karena trafficnya pada saat itu 4,8 juta yang daftar," ujarnya.

Untuk mengatasi ledakan jumlah pendaftar, Dinas Perhubungan DKI telah membuat jalur antrean agar pendaftaran dapat berjalan. Dia pun memastikan bahwa calon pendaftar mudik tetap akan diakomodir selama kuota tersedia.

"Kemungkinan besar mereka pasti bisa masuk asal memang harus antre," pungkasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 19.680 tiket mudik gratis untuk tujuan 17 kota dan kabupaten di Pulau Sumatera dan Jawa. Adapun 17 kota dan kabupaten itu yakni Palembang, Lampung Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Solo.

Kemudian, Wonosobo, Yogyakarta, Sragen, Wonogiri, Madiun, Kediri, Jombang dan Malang. Sedangkan jadwal arus mudik dilaksanakan pada 26 April di Terminal Pulogadung dan 27 April di Terminal Pulo Gebang.

Untuk jadwal arus balik pada 7 Mei dari masing-masing lokasi menuju Terminal Pulogadung dan pada 8 Mei menuju Terminal Pulo Gebang.

Calon peserta dapat mendaftarkan diri daring melalui laman di www.mudikgratisdki jakarta.id atau melalui WhatsApp ke nomor 08-123-188-5758. Peserta dapat mendaftarkan maksimal empat orang per kartu keluarga (KK) dan diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP DKI Jakarta.

Calon pemudik yang ingin mengikuti program ini diutamakan bagi mereka yang sudah menerima vaksin dosis tiga (booster), membawa sepeda motor dan diutamakan yang akan melakukan perjalanan arus mudik serta arus balik ke DKI Jakarta. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel