Kabar Gembira, Premier League Segera Izinkan Fans Hadir di Stadion

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabar gembira hadir dari kompetisi liga Inggris. Baik Premier League maupun kasta di bawahnya berpeluang ditonton langsung oleh fans di stadion pada pekan terakhir musim ini.

Itu setelah muncul kabar bahwa pemerintah Inggris akan mencabut aturan pembatasan kegiatan yang saat ini diberlakukan akibat pandemi virus corona COVID-19. Aturan itu hanya akan diterapkan hingga 17 Mei dan pemerintah setempat berencana tak akan memperpanjangnya.

Angin segar tersebut membuka peluang bagi suporter untuk bisa kembali menyaksikan pertandingan di stadion. Namun, hanya di pekan terakhir musim ini seperti dikutip The Sun.

Sebab, Premier League akan berakhir pada 23 Mei. Tepat sepekan setelah aturan itu dicabut. Tapi, dengan catatan angka penyebaran COVID-19 sudah terkendali.

Nantinya, pemerintah akan membatasi sebanyak 10 ribu suporter atau sekitar 25 persen dari kapasitas stadion yang diizinkan hadir langsung. Pemerintah Inggris akan beruji coba di laga final Piala Liga Inggris antara Manchester City dan Tottenham Hotspur, akhir April mendatang.

Duel yang akan dihelat di Wembley itu akan dibuka untuk penonton dalam jumlah kecil. Jika berjalan sukses, pembatasan 25 persen penonton berpotensi segera diberlakukan.

Pengangkatan aturan ini juga tak lepas dari status Inggris yang menjadi salah satu tuan rumah di Piala Eropa 2020. Negeri Ratu Elizabeth itu kedapatan menggelar tujuh pertandingan yang akan dilaksanakan di Wembley.

Sebelumnya, Inggris sebenarnya sudah mengizinkan penonton untuk hadir langsung di stadion pada Desember lalu dengan jumlah dibatasi sekitar 2.000 penonton. Namun, hanya di kota-kota tertentu yang angka penularan COVID-19 cenderung menurun.

Sayangnya, aturan itu tak bertahan lama. Sebab, jumlah penyebaran COVID-19 di Inggris semakin meluas. Akhirnya, pemerintah mencabut aturan tersebut dan kembali melarang seluruh penonton untuk hadir di stadion.

Inggris pun kembali menerapkan aturan lockdown. Tapi, dengan kasus corona yang sudah mulai terkendali, pemerintah Inggris mulai melunak dan membuka kembali akses yang sebelumnya sempat ditutup.