Kabar Gembira, Selama Operasi Patuh 2022 Polisi Tak Tilang Pengendara Gunakan Ponsel

Merdeka.com - Merdeka.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menggelar Operasi Patuh 2022 selama dua pekan atau sejak 14 Juni hingga 26 Juni 2022 mendatang. Dalam operasi itu, ada delapan jenis pelanggaran yang akan ditindak dan salah satunya yakni penggunaan ponsel saat berkendara.

Mengenai hal itu, Kasubdit Penindakan Pelanggaran (Dakgar) Ditgakkum Korlantas Polri Kombes I Made Agus Prasetya mengatakan, pihaknya tidak akan menindak pengemudi ojek online dan pengendara lainnya yang menggunakan handphone untuk petunjuk jalan seperti google maps saat Operasi Patuh 2022.

"Betul (tidak akan ditilang dalam kondisi masih fokus)," kata Agus saat dihubungi, Rabu (15/6).

Kendati demikian, larangan penggunaan handphone saat mengemudi itu disebutnya sudah diatur dalam Pasal 106 ayat 1 dan Pasal 283 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Dalam Pasal 106 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Penjelasan penuh konsentrasi di sini adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan atau minum-minuman alkohol atau obat-obatan," sebutnya.

"Sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan. Jadi rumusan pasal tersebut menggunakan teori relevansi yang ditentukan dulu akibatnya, baru kemudian ditentukan penyebabnya," sambungnya.

Kendati demikian, untuk sasaran prioritas polisi dalam melakukan penindakan terhadap para pelanggar itu akan dilakukan sesuai dengan aturan di setiap Polda masing-masing.

"Untuk sasaran Operasi Patuh tolong dikonfirmasi masing-masing Dirlantas, karena sasaran ditiap-tiap Polda berbeda," katanya.

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menggelar Operasi Patuh 2022 yang dilaksanakan mulai hari ini Senin (13/6) hingga Minggu (26/6). Dalam operasi patuh tersebut, ada sejumlah sasaran petugas dalam menjalankan tugasnya.

Menurut laman resmi akun @tmcpoldametro terdapat beberapa sasaran khusus operasi yang akan diberlakukan tilang oleh polisi. Pertama, knalpot bising atau tidak standar yang tertuang dalam Pasal 285 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 3.

"Sanksi kurungan paling lama satu bulan, denda paling banyak Rp250.000," tulis akun tersebut, Senin (13/6).

Kedua, kendaraan menggunakan rotator yang tidak sesuai peruntukkan, khususnya pelat hitam. Karena, hal ini melanggar Pasal 287 ayat 4 dengan sanksi kurungan paling lama satu bulan, denda paling banyak Rp250.000.

"Ketiga balap liar, melanggar Pasal 297 jo Pasal 115 huruf b. Sanksi kurungan paling lama satu tahun, denda paling banyak Rp3.000.000," tulis kembali.

Keempat, Pasal 287 yaitu melawan arus dengan denda paling banyak Rp500.000. Berikutnya, Pasal 283 yaitu menggunakan HP saat mengemudi dengan denda paling banyak Rp750.000.

Keenam, Pasal 291 yaitu tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan denda paling banyak Rp250.000. Kemudian ketujuh, mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk pengaman, dengan denda paling banyak Rp250.000.

Kedelapan, berboncengan menggunakan sepeda motor lebih dari satu orang (tiga orang dalam sepeda motor) dengan denda paling banyak Rp250.000. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel