Kabar Liga Malaysia: 8 Laga Tak Pernah Menang, Sabah FC Berhentikan Pelatih asal Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sabah - Klub Malaysia, Sabah FC memberhentikan Kurniawan Dwi Yulianto dari posisinya sebagai pelatih. Arsitek asal Indonesia itu harus menanggung resiko akibat performa buruk timnya dalam beberapa partai belakangan.

Sabah FC tidak pernah lagi meraih kemenangan pada delapan pertandingan berturut-turut. Sialnya, tim berjulukan The Rhinos itu juga baru saja mencatatkan hattrick kekalahan.

Terbaru, Sabah FC digilas empat gol tanpa balas oleh UiTM pada pekan ke-20 Liga Super Malaysia di Stadion Mini UiTM, Shah Alam, Jumat (28/8/2021).

"Sabah FC memutuskan untuk mengistirahatkan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto efektif per hari ini," tulis Sabah FC dalam akun Instagram, @officialsabahfc.

"Dalam periode ini, asisten pelatih, Burhan Ajui akan mengambil alih tugasnya untuk sementara dan Jelius Ating ditunjuk sebagai asisten baru," lanjut pengumuman tersebut.

Kurniawan Dwi Yulianto telah melatih Sabah FC sejak tahun lalu. Pada musim pertamanya, pelatih yang semasa bermain karib dipanggil Si Kurus ini menyelamatkan The Rhinos dari jurang degradasi.

Penjelasan Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Kurniawan Dwi Yulianto membenarkan manajemen Sabah FC melengserkannya dari kursi pelatih. Namun, nakhoda berusia 45 tahun itu masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak klub.

"Kami tadi malam kalah. Kami juga tidak menang dalam delapan laga. Manajemen mengambil keputusan untuk mengistirahatkan saya, bahasanya begitu," kata Kurniawan ketika dihubungi Bola.com, Minggu (29/8/2021).

"Saya bilang tidak masalah jika keputusan manajemen seperti itu. Itu resiko suatu pekerjaan. Saya bertanggung jawab terhadap performa tim."

"Namun, pemberitahuannya baru sebatas lewat telepon. Saya menunggu proses administrasinya seperti apa. Saya menunggu dipanggil mereka," jelas Kurniawan.

Dipecat?

Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018.  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kurniawan masih belum mengerti maksud dari "mengistirahatkan" dalam keputusan manajemen terhadap nasibnya di Sabah FC. Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu enggan berspekulasi terkait kemungkinan dirinya dipecat.

"Saya belum berani berkomentar. Sebab saya belum bertemu dengan manajemen Sabah FC. Saya bertanya ke mereka status saya apa setelah diistirahatkan. Mereka bilang 'Nanti kita bertemu untuk meeting. Untuk sementara, kamu tidak melatih dulu'. Bahasanya begitu, mungkin. Saya tidak mau berandai-andai," tutur Kurniawan.

"Saya masih menunggu keputusan resmi dari manajemen Sabah FC terkait status saya. Saya juga tidak kecewa dengan keputusan ini. Ini tanggung jawab saya," imbuh legenda Timnas Indonesia ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel