Kabareskrim ke Mahasiswa: Jangan Ragu Divaksin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gelaran vaksinasi massal dilakukan Polri bersinergi dengan mahasiswa pada Rabu, 14 Juli 2021. Vaksinasi yang dilakukan di GOR Bulungan Jakarta Selatan dibuka oleh Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto.

Dalam sambutannya, Komjen Agus menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya dari Kapolri kepada 30 badan eksekutif mahasiswa gabungan dari 7 aliansi yang mencakup universitas di wilayah Jabodetabek, panitia acara, tim vaksinator yang terdiri dari gabungan alumni mahasiswa fakultas kesehatan dan beberapa mahasiswa yang aktif di fakultas kesehatan, serta personel Pusdokkes Mabes Polri dan pihak lainnya yang turut berpartisipasi dalam mendukung program vaksinasi nasional.

"Penyelenggaraan gerakan vaksinasi nasional sinergitas mahasiswa dan Polri diikuti peserta vaksin sebanyak 1.566 orang mahasiswa," kata Agus.

Ia pun berharap, ke depannya sinergitas antara Polri dan mahasiswa dapat terjalin lebih baik lagi dan dijadikan percontohan untuk adik-adik mahasiswa yang ada di daerah secara berkelanjutan.

"Dengan demikian target pemerintah 1 juta vaksin bahkan 2 juta per hari dapat tercapai guna mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity)," ujarnya.

Ia melanjutkan, pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini tak hanya berdampak kepada aspek kesehatan. Namun juga menyentuh segala aspek kehidupan terutama ekonomi.

Pemerintah, kata Agus, sudah mengambil berbagai langkah strategis untuk melakukan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, di mana dalam penerapannya membutuhkan koordinasi, kolaborasi dan komunikasi serta kerja sama semua pihak, baik pemerintah, media, komunitas, bisnis dan akademisi.

"Para mahasiswa menjadi bagian penting untuk membantu upaya pemerintah tersebut, di antaranya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait protokol kesehatan COVID-19, program vaksinasi nasional, berpartisipasi dalam pelaksanaan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat maupun skala mikro di wilayahnya masing-masing dan program pemerintah lainnya," katanya.

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini menuturkan, mahasiswa sebagai iron stock merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketermapilan diharapkan dapat berperan sebagai agent of change.

Inisiasi penyelenggaraan vaksinasi massal ini merupakan salah satu contoh peran generasi muda, sebagai sosok muda yang dinamis, penuh energi, optimis, yang ingin bergerak dan berusaha untuk ikut membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, mahasiswa juga dapat menjadi social control dalam kehidupan sosial yakni dalam masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik, dan solusi bagi permasalahan yang ada dengan bekal intelektual dan pengetahuan yang didapatinya selama pendidikan guna membantu kepolisian untuk menenangkan publik akibat berita-berita bohong atau hoaks yang beredar di kalangan masyarakat.

Ia pun memberi pesan kepada kaum muda dan mahasiswa untuk tak ragu divaksin dan tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Peran aktif mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memutus rantai penularan COVID-19 ini akan sangat membantu pemerintah dan Polri dalam mengatasi wabah penyakit ini," katanya.

Ia pun mengajak untuk bahu membahu bersama pemerintah dan Polri untuk segera mengatasi wabah COVID-19 dengan berperan aktif mendukung program vaksinasi ini. Sebab negara tidak bisa bekerja sendiri dan perlu dukungan masyarakat khususnya dalam hal ini para kaum muda dan mahasiswa sekalian.

Baca juga: Pakar Prediksi Kasus COVID-19 Mulai Turun Agustus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel