Kabareskrim Polri Ingatkan Petugas Tak Lakukan Penyekatan untuk Distribusi Pangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengingatkan kepada seluruh petugas bahwa tidak ada penyekatan lalu lintas terhadap pelaku distribusi bahan pokok alias pangan selama PPKM Darurat. Dia mengeluarkan instruksi tersebut lewat surat telegram ST/1389/VII/OTL.1.1.1/2021 tertanggal 7 Juli 2021.

"Diberitahukan kepada para kepala kepolisian daerah bahwa dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga dan kelancaran distribusi bahan pokok pangan selama pelaksaan PPKM Darurat, untuk sarana atau alat transportasi yang mengangkut bahan pokok pangan dan bahan pokok penting khususnya ke zona-zona merah Covid-19 agar tetap berjalan normal dan tidak dilakukan penyekatan," tulis isi surat telegram tersebut yang dikutip pada Kamis (8/7/2021).

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menambah pos penyekatan di masa PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Jika sebelumnya terdapat 407 titik dan kini menjadi 651 titik.

"Jumlahnya 651 titik penyekatan, dan ini terus dinamis. Di hari pertama operasi ada 407, tetapi terus tiap hari, jajaran dan kewilayahan mengevaluasi," ungkap Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan dalam sebuah diskusi webinar, dilansir dari laman resmi NTMC Polri, Kamis (8/7/2021).

Lanjutnya, dalam lima hari pelaksanaan PPKM Darurat, pihak kepolisian terus melakukan evaluasi. Jadi, proses penyekatan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi tidak bertumpuk di satu titik. Penambahan titik penyekatan ini juga, mampu mengurangi kepadatan antrean kendaraan, dan mobilitas warga juga terus berkurang.

"Kalau yang ditutup hanya di perkotaan-perkotaan. Dari hulunya tidak dicegah, ini sama saja. Oleh karenanya mulai dari kemarin dan ini sudah benar-benar kelihatan mobilitas berkurang," ujar Rudy.

Lalu Lintas Turun 60 Persen

Pada hari kelima ini, Korlantas Polri mencatat arus lalu lintas di sekitar wilayah yang disekat turun hingga 60 persen dari hari-hari biasanya. Bahkan berdasarkan pantauan, hampir tak ada antrian dan penumpukan kendaraan di titik-titik penyekatan.

"Kalau kita boleh sebut mobilitas sudah berkurang 50 sampai 60 persen dari hari-hari biasanya," tegasnya.

Sebagai informasi, perjalanan pengendara yang akan diberi akses untuk melintas titik penyekatan di antaranya mereka yang termasuk dalam kategori sektor esensial dan kritikal.

Adapun sektor esensial terdiri dari keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Kemudian, sektor kritikal yakni energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, dan industri pemenuhan pokok sehari-hari.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel