Kabekraf Bogor kumpulkan potensi bisnis untuk pulihkan ekonomi

·Bacaan 2 menit

Tim Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf) bertekad mengumpulkan potensi ekonomi di wilayahnya itu sebagai langkah pemulihan ekonomi imbas pandemi.

"Ke depan (ekonomi kreatif) ini akan menjadi prioritas kita meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Potensi yang besar itu masih tercecer belum menyatu. Contoh, di Sukamakmur itu terdapat produksi kopi, maka akan dikolaborasikan dengan peran desa wisata," ungkap Direktur Kabekraf, Alfisa Triatmoko di Cibinong, Bogor, Selasa.

Langkah awal tim Kabekraf akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku ekonomi kreatif di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor mengenai peningkatan kualitas produk dan strategi penjualan.

"Kemudian kita akan monitoring dan evaluasi dan kita kolaborasikan setiap produk. Agar peningkatan produk itu sendiri menjadi penunjang untuk pemulihan ekonomi daerah," terang Alfis.

Tujuan jangka pendek dari tim yang baru beberapa hari dikukuhkan itu antara lain, mengkolaborasikan para pelaku usaha ekonomi kreatif.

"Goal jangka pendek kita ke pemulihan daerah karena inti dari kegiatan ekonomi kreatif untuk meningkatkan transaksi. Pelaku-pelaku yg kita naungi ini nanti kita ajak mereka untuk berkolaborasi antara masing-masing pelaku usaha," tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Yasin mengukuhkan tim Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf), demi upaya pemulihan ekonomi usai kondisinya terpuruk karena pandemi COVID-19.

"Saya berharap Kabekraf ini mampu pulihkan ekonomi baik di masa pandemi maupun setelah pandemi tentunya dengan memajukan peran pemuda di ekraf," ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Bogor sambut baik Creative Center Jabar di Kota Bogor
Baca juga: Wali Kota Bogor dorong pembentukan Forum Ekonomi Kreatif

Menurutnya, pengukuhan tersebut sengaja dilakukan di tempat wisata Cipamingkis, Sukamakmur, Bogor, pada Sabtu (25/9) untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kehadiran tim Kabekraf yang dipimpin oleh Alfisa Triatmoko itu mampu menggairahkan dan menyemarakkan kembali geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.

"Saya tantang kemarin pelantikan coba cari tempat yang menunjukkan kalian itu inovatif jangan di Pemda lagi, Auditorium lagi, rasanya kaku dan stuck. Ini sudah menunjukan inovatif, tempatnya bagus, tempat wisata bagus terlihat hijau," terang Ade Yasin.(KR-MFS)

Ia menargetkan tim Kabekraf minimal bisa membuat Kawasan Ekonomi Kreatif di kawasan Sukamakmur, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil memiliki Kawasan Ekonomi Khusus di Cigombong.

"Ekonomi kreatif dan UMKM adalah sahabat sejati makanya bergeraknya di semua bidang, untuk ekraf yang bergerak lebih ke anak mudanya, sedangkan UMKM semua kalangan, bahkan dari ekraf muncul jadi UMKM," tuturnya.

Ade Yasin berharap tim Kabekraf semua ekonomi kreatif hingga ke pedesaan. Karena ia menganggap, banyak produk UMKM dari pedesaan yang layak untuk dipopulerkan, termasuk kopi hasil perkebunan dari Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cisarua.

"Produk kopi kita mulai bagus bahkan rasanya tidak kalah dengan kopi yang terkenal sekalipun. Kopi kita juga diolah-oleh para anak muda, untuk itu, harus betul-betul dikelola dengan baik. Saya berharap kabekraf dapat terus bersinergi, kolaborasi sejalan dengan Kabupaten Bogor pendorong branding sport and tourism," ujarnya.
Baca juga: Luhut minta daerah hadirkan produk premium, dukung usaha ekraf
Baca juga: Kemenparekraf perlu terbitkan aturan turunan UU Ekonomi Kreatif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel