Kabel udara semrawut jadi penyebab kebakaran di Jakarta

Kabel udara semrawut diduga menjadi penyebab kebakaran di Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada Selasa dinihari.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta dalam akun media sosialnya humasjakfire, Selasa, melaporkan kabel udara mengalami korsleting listrik dan menimbulkan percikan api di Jalan Teluk Gong Selatan 3 RT007/RW017 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Selanjutnya kejadian kabel udara terbakar juga terjadi di rumah nomor 19 Jalan Kelapa Dua Wetan RT03/RW01 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta merespons laporan kebakaran di Jakarta Utara dengan mengerahkan personel dari Pos Teluk Gong ke lokasi untuk memadamkan api.

Operasi pemadaman dimulai pukul 00.35 WIB dan api berhasil dilokalisir pukul 01.05 WIB kemudian masuk tahap pendinginan. Pukul 01.10 WIB pemadaman berhasil dinyatakan selesai tanpa ada korban jiwa ataupun terluka.

Baca juga: Camat Setiabudi duga kebakaran di Minangkabau akibat ledakan kompor

Sementara di Jakarta Timur, sebanyak satu unit mobil pemadam dengan tiga personel dikerahkan guna memadamkan api hingga pemadaman dinyatakan selesai pukul 02.15 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan solusi mengatasi kabel udara semrawut di DKI Jakarta dengan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang lokasinya nanti di berada bawah tanah, sebagai perubahan Jakarta yang lebih baik.

Ada tiga aspek dalam pembangunan SJUT yakni pemindahan kabel udara yang berada di atas ke lokasi bawah tanah.

Kemudian, pemasangan kabel di bawah tanah menjadi satu kesatuan dan rapi agar mengurangi kemacetan sehingga efeknya meningkatkan estetika pemandangan kota.

Ketiga adalah perbaikan layanan infrastruktur dari operator secara mandiri memotong, menertibkan dan menata kembali jaringan kabel yang sudah disiapkan.

Baca juga: Pemprov DKI diimbau musyawarahkan nasib korban kebakaran Simprug

Dalam mewujudkan tiga aspek tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Dinas Bina Marga untuk menyiapkan infrastruktur dan perawatan yang lebih terjamin.

"Dimulai 20 km pertama, kemudian nanti akan ada lima kilometer berikutnya secara bertahap, tapi nanti ditargetkan tentu seluruh kota bisa berubah menjadi kawasan SJUT," kata Anies.