Kabid Dokkes Polda Metro: Hampir 50 Persen Personel Sudah Divaksin

Lis Yuliawati, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi dr. Didiet Soetioboedi mengatakan sasaran vaksinasi untuk tim Polda Metro Jaya sudah berjalan hampir 50 persen atau sekitar 14.000 personel.

Menurut dia, anggota yang diutamakan divaksin adalah mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Misalnya Babinkamtibmas, petugas lalu lintas, dan pemeriksa reserse sebagai garda terdepan penjagaan COVID-19. Untuk perlindungan imun tubuh, kami terus melakukan sosialisasi 3M dan juga pemberian vitamin yang dilakukan oleh Biddokkes,” kata Kombes Didiet pada Senin, 5 April 2021.

Ia mengatakan, sebagai produk imunomodulator berstatus fitofarmaka pertama di Indonesia, Stimuno telah dipercaya menjaga imunitas keluarga. Hal ini dibuktikan dari peran Stimuno dalam menjaga imunitas untuk mengatasi wabah penyakit tropis seperti demam berdarah yang terjadi setiap tahun, wabah penyakit pernafasan menular MERS yang terjadi di Timur Tengah.

“Terkait hal ini telah diujikan kepada para jemaah haji asal Indonesia, dan saat ini Stimuno tengah diujikan kepada pasien COVID-19 untuk gejala ringan-sedang,” ujarnya.

Sementara Commercial Director PT Dexa Medica, Hery Sutanto menjelaskan, pihaknya membagikan imunomodulator Stimuno untuk menjaga imun tubuh bagi para tenaga vaksinator dan anggota Polda Metro Jaya yang sudah divaksin.

Menurut dia, Stimuno sebagai imunomodulator berbahan baku meniran hijau (Phyllantus niruri) yang bersertifikat fitofarmaka atau telah teruji klinis tersebut, selain diberikan untuk 140 vaksinator yang bertugas saat pelaksanaan vaksin, dibagikan juga kepada 800 personel tim kepolisian yang telah mendapatkan vaksinasi.

"Menjaga imun tubuh itu penting meskipun telah divaksin. Karenanya kami turut memperhatikan imunitas para vaksinator dan juga anggota kepolisian yang telah mendapat vaksin dengan menggunakan Stimuno sebagai produk imunomodulator yang telah dipercaya para konsumen, sejak Stimuno mendapat status fitofarmaka 17 tahun lalu dari Badan POM RI,” ujarnya.