Kabid Propam Polda NTT Sidak Anggota Pemegang Senjata Api

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabid Propam Polda NTT, Kombes Pol Dominicus Savio Yempormase melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap anggota yang menggunakan, serta memegang senjata api (Senpi), Selasa (12/7). Sidak dilakukan terhadap anggota Ditresnarkoba dan Ditreskrimum.

Kabid Propam didampingi Kasubbid Wabprof dan anggota Subbid Provos Polda NTT. Anggota Ditresnarkoba dan Ditreskrimum diperiksa kelengkapan administrasi senjata api, baik KTA maupun surat kelayakan psikologi.

Beberapa anggota pemegang senjata api ditemukan memiliki KTA, namun lupa membawa surat keterangan psikologi. Sedangkan lainnya lalai karena tidak membawa senjata api, maupun tidak membawa KTA.

Terhadap anggota yang melakukan pelanggaran, Kabid Propam langsung memberikan teguran serta tindakan tegas, baik berupa push up, seat up maupun tindakan disiplin lainnya.

"Hasil pengecekan ditemui ada anggota pemegang Senpi yang punya kartu anggota tapi hilang," jelas Dominicus Savio Yempormase.

Ada juga anggota yang karena beberapa alasan, sehingga tidak membawa senpi. Anggota yang melanggar tersebut dipanggil untuk melakukan klarifikasi, serta tindakan disiplin terhadap pelanggaran yang dilakukan.

"Hal ini semata-mata untuk menjaga marwah Polri dan sekaligus mencegah kemungkinan penyalahgunaan senpi. Kita berikan tindakan push up dan seat up," kata Dominicus Savio Yempormase.

Menurutnya, sidak yang dilakukan merupakan kegiatan controling terhadap anggota pemegang senpi dinas. Propam Polda NTT secara berkala melakukan penertiban, termasuk melakukan pengecekan administrasi kepemilikan senjata. Pemeriksaan dilakukan untuk mengecek masa pakai dan masa pinjam pakai senpi.

"Senjata tersebut dipercayakan untuk dirawat dengan baik oleh anggota pemegang Senpi," ujarnya.

Tes Psikologi Wajib Dilakukan Berkala

Ada syarat-syarat bagi pemegang senpi antara lain harus melalui tes psikologi yang dilakukan secara berkala, untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi psikologis pemegang senpi, sehingga pemegang senpi terhindar dari perilaku yang mengarah pada pelanggaran yang berkaitan dengan senpi.

"Seorang pemegang senpi secara psikologis mampu mengontrol emosi dan ada persoalan langsung bunyi senjata bertentangan dengan prinsip penggunaan senjata," tambah Dominicus Savio Yempormase.

Jika anggota memegang maka senpi harus melekat pada orang tersebut, tidak diperbolehkan titip kepada pihak lain apalagi disimpan di rumah, karena sangat berbahaya untuk yang bersangkutan maupun keluarga.

Pemeriksaan dilakukan secara rutin tanpa pemberitahuan untuk melakukan penertiban, guna menemukan kesiapsiagaan anggota dalam mengamankan senjata yang dipercayakan dinas kepada anggota.

Walau demikian, Kabid Propam membantah jika sidak yang dilakukan ada kaitan dengan peristiwa penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

"Tidak ada hubungan dengan kejadian di rumah Kadiv Propam tetapi ini adalah kegiatan yang secara langsung dan rutin, untuk membantu Kapolda serta Waka Polda NTT serta PJU dan Reskrimum dan Resnarkoba," tegas Dominicus Savio Yempormase.

Masih menurutnya, khusus bagi anggota Ditreskrimsus, senpi diamankan di gudang logistik. Jika bertugas dan butuh senpi baru dipinjam pakai.
Ia menghimbau agar senpi yang diberikan dinas dijaga dan dirawat dengan baik.

"Anggota pemegang senpi harus bertanggungjawab sepenuhnya, agar senpi tidak hilang dan tidak lupa yang bisa merugikan. Jika melanggar maka anggota bisa diproses disiplin, atau kode etik dan dituntut mengganti biaya senpi tersebut," tutup Dominicus Savio Yempormase. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel