Kabupaten Bone dan Lutra Sulsel jadi percontohan DRPPA

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyatakan dua daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Bone dan Luwu Utara, menjadi percontohan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Asisten Deputi Bidang Sosial Budaya Kedeputian Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Endah Prihatiningtyastuti di Makassar, Rabu, menuturkan kementerian dalam mengembangkan DRPPA secara keseluruhan telah memilih dan menetapkan 71 kabupaten sebagai percontohan pengembangan model DRPPA, termasuk dua di antaranya di Sulsel.

Ia menjelaskan pengembangan DRPPA yang diinisiasi sejak tahun 2021 telah menjadi komitmen bersama antara Menteri PPPA dengan Menteri Desa PDTT yang dideklarasikan bersama pada tanggal 20 November 2020 dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga: KPPPA optimistis DRPPA mampu berdayakan perempuan dari akar rumput

Ia menilai penandatanganan komitmen bersama hari ini merupakan salah satu kontribusi nyata dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

"Sebagaimana komitmen yang telah tertuang pada konstitusi Undang-undang Dasar 1945, sudah sepatutnya setiap sektor pembangunan mengedepankan prinsip kesetaraan, keadilan, dan inklusifitas," ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PP-TPPO) dan Peluncuran DRPPA hari ini.

"Pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional," sambung Endah.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan Luwu Utara menjadi salah satu wilayah yang dipilih sebagai lokasi peluncuran program tersebut.

Ia mengatakan terdapat dua desa di Luwu Utara yang menjadi titik percontohan, yaitu Desa Kariango, Kecamatan Baebunta dan Desa Pince Pute, Kecamatan Malangke.

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu juga mengapresiasi kesediaan dua wilayah tersebut karena bisa menjadi percontohan DRPPA.

Baca juga: Menteri PPPA: Pengembangan DRPPA harus libatkan banyak pihak
Baca juga: Menteri PPPA optimistis DRPPA efektif atasi isu perempuan-anak di desa
Baca juga: Kemen PPPA gandeng Pemkab Manggarai selesaikan masalah perempuan-anak