Kabupaten Kampar Gandeng Emtek Gelar Festival Songket International

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabupaten Kampar berencana menggandeng PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menggelar Songket International Festival. Hal itu disampaikan langsung Penjabat (Pj) Bupati Kampar Kamsol saat bertandang ke kantor Emtek di SCTV Tower Jakarta.

"Songket Internasional Festival antara lain, selain kita mengenalkan kita juga punya tenun yang turun temurun dari nenek moyang kita dulu yang sebenarnya merajut lalu dia berkembang seiring dengan waktu sehingga bernilai ekonomi sangat tinggi," kata Kamsol ditemui pada Rabu (21/9) malam.

Kamsol menjelaskan, songket memiliki daya pikat tinggi. Keanekaragaman model dan motif terdapat ciri berbeda di tiap daerah asal. Selain itu, Kamsol meyakini, jika popularitas songket tidak terbatas di Indonesia, namun juga telah mendunia.

"Songket tidak hanya akan ada di Riau, songket di nusantara saja ada di beberapa provinsi. Bahkan internasional di negara lain juga memiliki songket," ujar dia.

Kamsol meyakini dengan menggandeng Emtek, maka dunia dapat melihat manakah songket terbaik. Atas alasan itulah, ide menghelat Songket International Festival dapat segera direalisasikan pada tahun 2023.

"Ini yang membuat kita melahirkan ide Songket International Festival karena ada empat nilai, seni-budaya, ekonomi, wisata dan bisnis. Jadi empat nilai ini akan menjadi daya tarik jika ini diselenggarakan bahkan secara internasional dan akan membuat songket pemilik citra dan kelebihannya masing-masing," kata dia.

Digelar Digital

Sebagai perusahaan bertaji di dunia digital, Emtek dipercaya oleh Kabupaten Kampar untuk menyelenggarakan acara berskala global melalui platform digital miliknya.

Kamsol tidak menampik, medium digital adalah cara paling efektif untuk acara Songket International Festival. Tujuannya, agar setiap pasang mata penjuru dunia yang menyukai songket dapat ikut bergabung tanpa terbatas ruang dan waktu.

"Saya rasa ini hal yang paling bagus dan ini bisa menjangkau seluruh dunia. Kita masuk era digitalisasi, dengan demikian orang tidak lagi terbatas ruang dan waktu, sehingga orang bisa datang dari mana-mana dalam waktu yang sama," kata dia.

Kamsol meyakini, dengan terselenggaranya acara internasional berbasis digital maka negara yang jauh sekali pun seperti Afrika Selatan sangat mungkin untuk berpartisipasi untuk memamerkan keindahan songket asal negaranya.

"Bayangkan kalau kita mau menampilkan kain tenun songket dari Afrika Selatan, kalau dia harus datang ke sini dan ambil ke sini berapa waktu dan biaya yang mereka keluarkan? Oleh karena itu, cara digital ini adalah yang paling tepat di era abad digitalisasi," Kamsol memungkasi.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono/Liputan6.com [gil]