Kabupaten Kepulauan Seribu "lahir" lewat PP pada 3 Juli 2001

Kabupaten Kepulauan Seribu terbentuk saat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta pada 3 Juli 2001 oleh Presiden Keempat Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat itu.

"Alhamdulillah, setelah 21 tahun perjalanan, Kepulauan Seribu terus berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Bupati Kepulauan Seribu Junaedi dalam keterangannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Kepulauan Seribu di Pantai Sunrise, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Rabu.

PP tersebut antara lain menyebutkan salah satu tujuan peningkatan status Kecamatan Kepulauan Seribu menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu adalah untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta pengendalian fungsi kawasan Kepulauan Seribu.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memperingati hari jadinya setiap 9 November.

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan sejak itu perkembangan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Seribu bisa terlihat pada berbagai bidang.

Baca juga: HUT Ke-21 Kepulauan Seribu berlangsung di Pulau Pramuka

Pada bidang kesehatan seperti pemenuhan sarana berupa puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Pada bidang transportasi, terpenuhinya layanan antar pulau oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Bidang pendidikan, warga tidak lagi perlu ke daratan untuk bersekolah karena dari tingkat dasar hingga menengah atas sudah lengkap di Kepulauan Seribu.

"Pengembangan ke depan, kami berharap bidang pariwisata Kepulauan Seribu bisa ditingkatkan. Sehingga proyeksinya tidak hanya sebagai konservasi saja, tapi juga ekonomi dan bisnis pariwisata," kata Junaedi.

Seribu pesona

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, Puji Hastuti mengatakan perayaan HUT tahun ini bertemakan 'Seribu Pulau, Seribu Pesona'.

Baca juga: Dukcapil sosialisasikan tertib administrasi di Pulau Pramuka

Rangkaiannya dimulai dari Festival Reggae di Pulau Untung Jawa pada 5 November, kemudian festival kuliner pada 7 November dan puncak perayaan di Pantau Sunrise, Pulau Pramuka dengan ditandai pelepasan 21 burung merpati dan peragaan busana (Fashion Week).

"Pada 12, 19 dan 26 November akan ada atraksi di Pulau Kelapa, Pramuka serta Tidung. Hasil akhirnya kita ingin meningkatkan perekonomian warga," kata Puji.

Festival Kuliner Kepulauan Seribu tahun ini berlangsung pada waktu bersamaan di lima pulau permukiman yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

Total pesertanya 120 orang, semua diminta memasak menu kuliner tradisional ikan kuah pindang kuning kreasi masing-masing dan dinilai oleh dewan juri serta disiapkan hadiah uang tunai bagi juara pertama senilai Rp7,8 juta, juara kedua Rp6,7 juta dan juara ketiga Rp5,6 juta.

Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu tuntaskan pembangunan Taman Interaktif