Kabupaten Kepulauan Tunggu Konversi Mitan ke Elpiji

Manado (ANTARA) - Tiga kabupaten kepulauan di Sulawesi Utara (Sulut) masih menunggu proses konversi minyak tanah (mitan) ke gas.

"Jadi Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud sampai saat ini belum dikonversi ke gas elpiji tiga kilogram. Pemerintah provinsi masih menunggu proses konversi tersebut," kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Adry Manengkey di Manado, Senin.

Dia menambahkan, selain tiga kabupaten kepulauan, dua kabupaten seperti Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Timur, juga masih menunggu hal serupa.

"Tahun ini baru Kabupaten Bolaang Mongondow yang telah disetujui pemerintah untuk dikonversi. Sementara lima kabupaten lainnya masih kami tunggu," kata dia.

Meskipun belum diketahui kapan waktu pasti pemerintah akan menyetujui konversi mitan ke gas untuk lima kabupaten yang tersisa, namun dia optimistis hal tersebut akan tetap dilakukan walaupun dengan cara bertahap.

Manengkey belum bisa memastikan berapa banyak paket elpiji perdana yang akan di distribusikan ke Kabupaten Bolaang Mongondow dalam waktu dekat ini.

"Harapannya semua warga bisa mendapatkan paket perdana elpiji tiga kilogram. Kami memang belum mendapatkan data final berapa banyak yang akan didistribusikan pada tahap pertama ini," ungkapnya.

Dia menambahkan, bila ditotalkan sudah sepuluh kabupaten atau kota di daerah ini yang telah dikonversi paket perdana elpiji dalam jumlah berbeda.

Sebagaimana data, pada tahun 2011 jumlah paket perdana elpiji yang telah didistribusikan sebanyak 409.881 paket.

Paket perdana yang telah didistribusikan di Kota Manado sebanyak 93.662 paket, Tomohon 22.277 paket, Bitung 35.456 paket serta Kota Kotamobagu sebanyak 28.564 paket.

Kabupaten Bolaang Mongonduw Utara sebanyak 17.527 paket, Minahasa sebanyak 87.581 paket, Minahasa Tenggara 28.071 paket, Minahasa Utara sebanyak 40.985, Kabupaten Minahasa Selatan sebanyak 55.768 paket.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.