Kabupaten/Kota Diminta Membangun Jembatan Timbang

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Tengah mengharapkan masing-masing pemerintah kabupaten/kota di daerah tersebut membangun jembatan timbang untuk menjaga agar jalan setempat tidak cepat rusak.

"Dengan adanya jembatan timbang di masing-masing kabupaten/kota di Kalteng, maka angkutan barang yang biasanya melebihi kapasitas dari kekuatan badan jalan bisa dibatasi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng, Ben Brahim S Bahat di Palangka Raya, Selasa.

Menurutnya, selama ini jembatan timbang yang ada di Kalteng hanya ada di Kabupaten Kapuas. Sementara di kabupaten/kota masih belum ada. Dengan tidak adanya jembatan timbang tersebut, maka tidak bisa mengukur angkutan barang yang masuk ke Palangka Raya maupun menuju ke arah Kasongan.

"Kita berharap hal seperti ini bisa menjadi perhatian bersama, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten, ini tidak lain untuk menjaga jalan agar tidak cepat rusak," ujarnya.

Dia mengatakan, kekuatan badan jalan yang ada di Kalteng, rata-rata mampu menahan beban hanya delapan ton. Apabila angkutan barang melebihi batas maksimum tersebut, maka kerusakan jalan cepat terjadi.

"Kita tidak mungkin membuat jalan dengan kekuatan 10 ton, hal itu sangat berkaitan dengan dana yang diperlukan. Untuk menaikkan kekuatan badan jalan dua ton, dari delapan ton ke 10 ton, biaya naik 75 persen," katanya.

Dijelaskannya, untuk membangun jalan dengan kekuatan delapan ton diperlukan dana sebesar Rp4 miliar per kilometer dan untuk membangun jalan dengan kekuatan 10 ton, maka dana yang diperlukan sebesar Rp7 miliar per kilometer.

"Melihat besarnya dana yang digunakan untuk membangun dengan kekuatan 10 ton, maka hal itu menjadi pertimbangan, karena masih banyak jalan di Kalteng yang harus dibangun untuk mengatasi keterisolasian," katanya.

Kemudian, sambung dia, dalam upaya membangun jalan di Kalteng, pihaknya juga berharap adanya kerja sama antara kabupaten/kota dengan provinsi, sebab kalau hanya mengandalkan APBD provinsi saja, maka hal itu sangatlah terbatas.

"Kita berharap kerja sama kabupaten/kota dengan provinsi bisa berjalan, khususnya dalam pembangunan jalan yang memerlukan perhatian serius," kata dia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.