Kabupaten Kudus promosikan diri sebagai kota ramah investasi

Bupati Kudus Hartopo memastikan bahwa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memiliki sistem perizinan usaha yang mudah dan ramah investasi, sehingga banyak investor yang tertarik menanamkan investasi di kota ini.

"Salah satunya, investasi di bidang kuliner menyusul pembukaan restoran cepat saji McDonald's yang mulai operasional hari ini (7/9)," ujarnya seusai meresmikan pembukaan restoran itu di Kudus, Rabu.

Untuk itu, dia mempersilakan siapa pun untuk berinvestasi di Kudus yang memiliki sejumlah keunggulan, termasuk daerahnya yang strategis sebagai perlintasan di jalur Pantura Timur.

"Siapapun yang akan berinvestasi di Kudus kami terima dengan tangan terbuka. Kudus juga masih tersedia banyak lahan yang dapat digunakan untuk usaha," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah perkuat implementasi UU Ciptaker pangkas kendala izin usaha

Gerai restoran cepat saji di Jalan Raya Kudus-Jepara kilometer 1 Kelurahan Purwosari, Kudus, itu, menjadi satu-satunya tempat yang memiliki makanan cepat saji ternama se Keresidenan Pati.

Kehadirannya, kata dia, tentunya akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Kudus.

Selain bidang kuliner, Hartopo mengatakan bahwa Kabupaten Kudus juga memiliki industri yang bergerak di bidang pembuatan kertas terbesar se-Asia Tenggara serta industri rokok yang terkenal hingga penjuru Nusantara.

"Luas wilayah Kudus memang kecil, namun cukup strategis karena terdapat berbagai industri besar," ujarnya.

Baca juga: Kementerian Investasi sosialisasi kemudahan perizinan UMK di Papua

Associate Director of Communication McDonald's Indonesia Sutji Lantyka mengungkapkan bahwa gerai baru di Kudus ini merupakan yang ke-265 di Tanah Air, sedangkan untuk wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan yang ke-18.

"Kehadiran kami di kota ini sebagai bentuk komitmen PT Rekso Nasional Food sebagai pemilik merek di Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada Pemkab Kudus," ujarnya.

Selain menambah PAD, kata dia, kehadirannya di Kabupaten Kudus juga membuka lapangan kerja baru karena pihaknya mengutamakan perekrutan dari masyarakat setempat.