Kabupaten Tangerang Jadi Pilot Project Pilkades di Masa Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan Kabupaten Tangerang akan menjadi pilot project dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dimasa pandemi Covid-19.

Hal tersebut lantaran, Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan mempraktikkan protokol kesehatan (prokes) yang super ketat. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, menggunakan sarung tangan, sampai penyediaan posko vaksinasi untuk warga yang belum sempat divaksinasi.

"Karena memang sejak dilanjutkan lagi setelah penundaan selama dua bulan, Kabupaten Tangerang menjadi kabupaten pertama pelaksanaan Pilkades dengan prokes. Serta banyak hal yang kami catat dan ini menjadi prototipe pelaksanaan Pilkades," tutur Dirjen Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo, di TPS 04, Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/10/2021).

Pelaksanaan Pilkades juga bisa dilaksanakan karena sudah banyak warga yang sudah divaksinasi. Lalu, bedanya, warga yang mempunyai hak pilih Pilkades ini pun datangnya tidak menumpuk, sebab, petugas TPS sudah mengatur jam kedatangan.

"Tadi saya tanya langsung sama Ketua TPS 04 ini, ternyata petugasnya membagi jam kedatangan. Jadi malah terlihat sepi, enggak ada penumpukan. Padahal dari 400-an warga yang punya hak suara, sudah tinggal 40 an warga lagi, ini kan bagus," tutur Yusharto.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Prokes Ketat di Pilkades Serentak

Seperti diketahui sebelumnya, pada hari ini, Minggu (10/10/2021) sebanyak 77 desa di Kabupaten Tangerang melakukan Pilkades serentak. Petugas pun menerapkan prokes ketat serta menyiapkan posko vaksinasi bagi warga yang belum divaksinasi.

"Memang sengaja kami sediakan posko vaksinasi, jadi sekaligus mengejar target warga tervaksinasi. Jenisnya Sinovac dan Pfizer," ujar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Sehingga, bila warga selesai nyoblos Pilkades, maka langsung diarahkan ke posko vaksinasi. Kalau memenuhi syarat divaksin, maka akan langsung diberikan dosis yang sesuai.

"Misalnya ada warga yang belum pernah disuntik, maka akan diberikan dosis pertama, kalau sudah, maka akan diberikan dosis kedua," tutur Ahmed.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel