Kabur dari Afghanistan, Ashraf Ghani dan Keluarga Berada di UEA

·Bacaan 1 menit

VIVA – Teka teki keberadaan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani usai melarikan diri dari negaranya usai Taliban kembali berkuasa terungkap. Ghani yang sebelumnya diisukan ke Tajikistan kini dilaporkan berada di Uni Emirate Arab (UEA).

UEA punya alasan menerima Ghani karena atas dasar kemanusiaan. Ghani disorot internasional karena kabur di tengah Taliban yang mau ambilalih pemerintahan Afghanistan.

Otoritas UEA melalui Kementerian Luar Negerinya membenarkan keberadaan Ghani. Negara Teluk itu menjamu Ghani dan keluarganya.

“Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA mengkonfirmasi UEA menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan,” demikian pernyataan kementerian itu dikutip dari Aljazeera pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Kabar Ghani ke UEA sudah mencuat karena pemberitaan media Afghanistan. Dalam laporannya, UEA dikabarkan menawarkan tempat tinggal kepada Ghani dalam pelariannya.

UEA dalam sejarahnya adalah salah satu dari tiga negara, selain Arab Saudi dan Pakistan, yang mengakui rezim Taliban era Mohammed Omar saat menguasai Afghanistan dari 1996 hingga 2001.

Diketahui, Ghani kabur dari negaranya pada Minggu, 15 Agustus 2021. Saat itu, Taliban sudah mengepung Kabul, Ibu Kota Afghanistan. Kini, gerilyawan Taliban sudah menguasai Kabul dan menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan.

Taliban juga sudah mengklaim kemenangan dan menyatakan perang Afghanistan berakhir. Mereka ingin proses pengambilalihan kekuasaan secara damai.

Mengutip Association Press sebelumnya, Ghani juga sudah mengakui kekalahannya dari Taliban. Kondisi peta peperangan terakhir Afghanistan sebelum Taliban menduduki Kabul sudah terlihat. Satu persatu ibu kota provinsi di Afghanistan berhasil direbut Taliban. Bahkan beberapa kota penting seperti Jalalabad direbut Taliban dengan tanpa perlawanan.

Dalam postingan Facebook, Ghani menyampaikan pengakuan bahwa Taliban memenangi perang. Ia berdalih kabur dari negaranya karena ingin menghindari pertumpahan darah.

Sebelum dilaporkan berada di UEA, Ghani dikabarkan sempat kabur ke Taijikistan. Namun, ada spekulasi pria yang menjabat Presiden Afghanistan sejak 2014 itu kabur ke Oman dan Uzbekistan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel