Kabur dari Penjara, Buronan Tertangkap Gara-Gara Beli Gim Call of Duty

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang buronan yang melarikan diri dari penjara pastinya akan berusaha sangat keras agar tidak tertangkap polisi lagi.

Namun, tidak dengan Clint Butler yang menjalani hukuman 17 tahun karena perampokan dan pelanggaran senjata api.

Butler melarikan diri dari Penjara Spring Hill di Buckinghamshire pada November 2020, tetapi pelariannya tidak berlangsung lama. Demikian sebagaimana dikutip Ubergizmo, Rabu (10/3/2021).

Tampaknya Butler bosan saat terjebak di rumah karena pandemi Covid-19, dan memutuskan untuk melanggar aturan dengan membeli Call of Duty: Black Ops Cold War.

Gara-gara hal itu dia dihentikan oleh polisi yang menanyakan mengapa dia keluar dan melanggar aturan lockdown.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Nekat Menendang Polisi

Credit: www.callofduty.com
Credit: www.callofduty.com

Butler terlihat begitu mencurigakan ketika polisi memergoki dia dan temannya berbalik arah dan berjalan pergi setelah melihat polisi.

Lebih buruk lagi, Butler menendang petugas polisi dan mencoba melarikan diri sebelum dia ditangkap.

Kemungkinan polisi telah mengecek latar belakang Butler dan ditemukan bahwa dia adalah seorang buronan yang kabur dari penjara.

Diganjar Hukuman Tambahan

ilustrasi begal motor, Foto: Kriminologi.id
ilustrasi begal motor, Foto: Kriminologi.id

Atas perbuatannya itu, dia mendapat hukuman tambahan 13 bulan karena melarikan diri dari penjara, ditambah 6 bulan masa hukuman karena menyerang petugas polisi.

Inspektur Polisi Birmingham, Nick Rowe, heran mengapa Butler dengan bodohnya datang ke kota bersama temannya selama masa lockdown hanya untuk membeli video gim.

"Ini masih menjadi misteri," kata Nick memungkaskan.

(Isk/Why)