Kabut Asap Kepung Jambi, Dinkes Siapkan Ribuan Masker

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Dinas Kesehatan Kota Jambi menyiapkan sedikitnya 70 ribu masker untuk pengendara mudik lebaran bersamaan kabut asap saat musim kemarau.

"Kondisi kabut asap memang sudah terjadi sepekan terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan, khususnya para pemudik," ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, Kemas Azmi di Jambi, Rabu.

Menurut dia, pemberian masker kepada warga maupun pemudik nantinya akan menunggu intruksi dari Wali Kota Jambi serta kondisi cuaca di Jambi. Selain itu, pada upaya itu, Dinkes Kota Jambi terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Salah satunya adalah pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi.

"Kami masih menunggu intruksi dari bapak wali kota. Target biasanya adalah anak anak sekolah. Karena kondisi tubuh anak anak masih rentan karena gangguan asap," jelasnya.

Masker tersebut nantinya bisa juga diberikan kepada para pemudik saat musim lebaran. Mengingat, gangguan asap menjadi salah satu penyebab terjadinya infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA. "Apalagi masker sangat berguna bagi warga yang sedang diluar rumah. Khususnya adalah para pemudik," ujarnya lagi.

Dari pantauan ANTARA, kondisi asap di Jambi terlihat tebal saat pagi hari antara pukul 06.00-09.00 WIB. Akibat kondisi asap tersebut bahkan pihak Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi terpaksa menunda pendaratan pesawat saat pagi hari.

"Ini sudah berlangsung sejak Selasa (7/8) lalu. Dua kali penerbangan menuju Jambi saat pagi hari terpaksa ditunda hingga pukul 09.00 karena asap," ujar Manajer Operasional Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Alzog.

Menurut dia, jarak pandang pada pagi hari di Bandara Jambi hanya berkisar antara 300-500 meter. Padahal, jarak aman bagi pendaratan pesawat harus diatas 2.000 meter.

"Kondisi penerbangan sangat tergantung dari cuaca. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, mudah mudahan kondisi ini bisa cepat menghilang. Apalagi musim mudik lebaran sudah tiba," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.