Kadaker Madinah Evaluasi Pelayanan untuk Jemaah Haji Gelombang Pertama

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelayanan yang diberikan untuk jemaah haji gelombang satu yang sebelumnya mendarat di Madinah sudah selesai dilakukan. Pelayanan berakhir seiring telah diberangkatkannya seluruh jemaah gelombang satu ke Mekkah Al-Mukarramah.

Kepala Daerah Kerja Madinah Amin Handoyo memberikan sedikit catatan terkait pelayanan untuk jemaah haji gelombang pertama, salah satunya terkait akomodasi.

"Akomodasi di Madinah ini kan penempatan kapasitasnya berdasarkan tasrih atau surat izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. Ini kalau diukur dengan kita sebenarnya tingkat kenyamanannya kurang, karena penempatannya lumayan padat," kata Amin kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022.

Pelayanan Berbeda di Madinah dan Mekkah

Amin mengakui penempatan jemaah ketika berada di Madinah dan Mekkah sangat berbeda. Di Mekkah, katanya, pemerintah menempatkan jemaah berdasarkan kelayakan. Misalnya, satu hotel ditetapkan untuk seribu jemaah, tetapi ketika kita memandang seribu tidak layak, kita hanya menempatkan sebanyak 800 saja.

"Tapi kalau di Madinah ini, jika seribu harus diisi 1.000. Padahal dari sisi kenyamanan itu ya sangat kurang nyaman. Misalnya untuk penataan tempat tidur," jelas Amin.

Selain itu, sambung Amin, dari pembagian kamar untuk jemaah laki-laki perempuan di Madinah, tidak bisa dipastikan, sehingga untuk penempatannya menjadi lebih sulit karena komposisinya.

Amin berharap kondisi ini bisa diperbaiki ke depannya.

"Namun tentunya konsekuensinya ke anggaran. Untuk bisa lebih nyaman, anggaran harus lebih besar," jelas Amin.

Sementara pada layanan lainnya, sejauh ini Amin tidak melihat ada kendala berarti. Semua masih dalam koridor aman yang bisa diatasi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel