Kadang Seseorang Hadir Bukan untuk Menetap, tapi Sebagai Penyemangat

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Devi Novi

Cinta paling nyata dari hidupku tentu cinta ibu dan ayah. Dengan segala kekurangan mereka, dengan segala pengorbanan mereka. Seribu kali cinta mereka tak bisa kubalas meski hanya serratus. Seribu kali cinta mereka yang menemaniku ketika aku merasa tidak nyaman dengan dunia.

Dengan segala dukungan yang kadang kumentahkan dan tidak serta merta kuterima. Dengan segala drama hidup yang tak mungkin satu persatu kuceritakan di sini. Tapi terus mendukungku, menyokong apa pun yang jadi keputusanku dan mengajarkanku untuk bertanggungjawab pada hidup bagiku lebih dari cukup. Mereka orangtua terbaik, dan akan tetap baik di mataku. Mereka yang slelau sabar dan tak pernah Lelah menjelaskan ketika aku bertanya, ketika aku masih ingin tau lebih banyak dunia. Mereka yang mengusahakan beribu cara yang terbaik untukku. Kalian para anak, pasti juga merasakannya kan?

Kali ini aku juga akan bercerita tentang cinta serius. Cinta serius yang ternyata bukan jodoh hehe. Beribu-ribu kalinya aku cinta atau kagum atau sayang, namun Allah belum mempersatukan. Cerita berawal ketika masa kuliah semester 6.

Aku tertarik dengan dosenku. Hehe khas novel remaja atau platform menulis warna oranye ya. Bahkan saat itu aku jadi agen FBI kawakan yang tahu latar belakang organisasinya ketika S1. Dia ikut organisasi jurnalistik kampus dan sudah menyentuh skala nasional.

Aku yang punya ambisi itu sejak kecil karena suka nonton berita pun ingin meneruskan organisasi tersebut yang pernah kuikuti sejak SMA. Sebelum mengambil langkah ikut organisasi kampus, aku bahkan memberanikan diri menemuinya, bertanya banyak hal tentang jurnalistik padanya. Ingin tahu lebih banyak mengenai organisasi kampus yang aku ikuti. Dan menjadi itu pertemuan pertama dan terakhirku di luar kelas.

Setelahnya aku benar–benar ikut organisasi kampus, aku mendedikasikan sebagian waktuku kala itu di sana. Aku mempunyai banyak pengalaman untuk menjalin komunikasi dengan banyak orang. Mahasiswa biasa, mahasiswa seni, mahasiswa berprestasi, mahasiswa beswan dari luar negeri, dekan bahkan wakil dekan dan para dosen serta tenaga kependidikan.

Penyemangat Hidup

Ilustrasi./Copyright pexels.com
Ilustrasi./Copyright pexels.com

Entah karena aku sebegitu mengidolakan si Pak Dosen, aku lalu mulai menemui berbagai jalan kehidupan. Lulus S1 aku sempat merasakan bekerja beberapa bulan. Lalu Allah beri kesempatan untuk lanjut S2. Teringatlah aku dengan kisah cinta diam–diam tapi memotivasi itu.

Entah nantinya aku jadi dosen atau tidak, entah nanti akan kuteruskan gelarku ini menjadi S3 atau tidak, namun pengalaman sejak SMA, aku selau butuh “tokoh”, butuh panutan dan inspirasi ketika memutuskan sesuatu. Aku dulu mungkin begitu kagum, begitu sayang dan begitu cinta dengan guru salah satu mapel yang juga jadi wali kelas. Entah kekuatan besar apa kini aku pun bertitel sama dengannya.

Lalu ketika S2 aku sudah sama sekali melupakan perasaan dan kisah tentang Pak Dosen, namun aku terinspirasi untuk belajar lagi dari teman kantor yang begitu gigih, begitu berdedikasi dan begitu luas pengetahuannya mengenai teknologi. Dan itulah lagi-lagi idolaku menjadi salah satu penguat keputusanku.

Beribu cinta mereka dan tentu pesona mereka menginspirasiku hingga tahap kini. Cinta dan panutan dari orang sekitar juga tentu menjadi penguatku. Dan itulah mengapa salah satu tujuan hidupku kini kalua bisa aku menjadi panutan.

Meski belum bisa jadi panutan anak sendiri, aku berharap jadi panutan bagi keponakanku atau sepupu–sepupu yang berada di bawahku usianya sesuai pesan almarhum kakek. Dengan segala catatan gagalku, dengan segala sifat dan perangaiku, semoga ada sedikit yang bisa mereka ambil dariku. Dan semoga ini juga sebagai wujud cintaku pada keluarga, pada orang tersayangku dengan beberapa pencapaian kecilku. Tak perlu ditanya, tentu aku sangat sayang dan cinta mereka. Tanpa perlu dirayakan dan kadang tidak pernah diungkapkan.

#ElevateWomen