Kader Banteng Buru Pelaku Vandalisme Baliho Puan 'Open BO'

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kader PDI Perjuangan di Kota Batu Jawa Timur, ikut melakukan pencarian terhadap pelaku vandalisme atau aksi coret-coret pada baliho Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani, di kota itu.

DPC PDIP Kota Batu meminta semua kader, untuk membantu polisi mencari pelaku vandalisme pada baliho Puan Maharani dengan coretan 'Open BO! Cox'. Mereka juga telah melaporkan kejadian ini pada Polres Batu.

Ketua Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHR) Kota Batu, Kayat Harianto mengatakan pelaporan ini merupakan instruksi dari DPP PDIP dan BBHR Provinsi Jawa Timur. Pelaporan dilakukan pada Rabu kemarin 25 Agustus 2021.

"Kader PDIP Kota Batu lagi bergerak semuanya mencari pelaku. Kami membantu apa yang dilakukan pihak Polres Batu karena sementara ini belum menerima rekaman CCTV," kata Kayat, Kamis, 26 Agustus 2021.

Kayat mengatakan, pelaporan mereka sudah diterima oleh polisi. Selain menunggu hasil pengumpulan CCTV oleh polisi. Mereka juga bergerak mencari CCTV melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu dan pengusaha yang ada di Jalan Sultan Agung, Kota Batu lokasi pengerusakan baliho Puan.

"Hingga BBHR Kota Batu melapork belum mendapat hasil dari CCTVnya. Kami juga akan menambahkan beberapa saksi yang akan kami ajukan dalam proses ini," ujar Kayat.

Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan selebar 3x5 meter ini diketahui dirusak oleh oknum tidak dikenal pada Senin, 23 Agustus 2021. BBHR melapor ke polisi dengan sangkaan Pasal 170 KUHP ayat (1), Pasal 406 tentang pengerusakan barang dan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu penguasa.

"Setalah tertangkap nanti ini bisa menjadi pembelajaran supaya tidak terulang lagi. Tidak hanya ke balihonya ibu Puan Ketua DPR RI. Tapi juga baliho-baliho lain di Kota Batu," tutur Kayat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kota Batu Ajun Komisaris Polisi Jeifson Sitorus membenarkan laporan dari DPC PDIP Kota Batu. Kini polisi langsung melakukan penyelidikan atas laporan kasus vandalisme ini.

"Kami langsung bergerak. Saat ini sedang dalam penyelidikan semoga pelakunya segera terungkap," kata Jeifson.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel