Kader HMI Baku Hantam Gara-gara Spanduk tentang Anas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kericuhan terjadi saat Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Mahfud MD, melakukan orasi perdana di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Kericuhan di tribun kiri atas Plenary Hall dipicu seorang anggota HMI yang membentangkan sebuah spanduk berisi sikap sentimen terhadap Anas Urbaningrum.

Hal tersebut langsung membuat situasi di atas tribun tidak kondusif. Orang-orang terlibat baku hantam, sampai ahirnya mereka diamankan ke luar arena pelantikan Presidium KAHMI.

Menurut informasi yang dihimpun Tribunnews.com di lokasi, sebelumnya ada sebuah kesepakatan tidak akan ada orasi atau demonstrasi dalam acara tersebut. Kader-kader HMI sepakat menyukseskan acara.

Namun, tiba-tiba saat Koordinator Presidium KAHMI Mahfud MD berpidato, seseorang mengeluarkan spanduk bernada sentimen terhadap Anas.

Hal tesebut memancing amarah sekelompok orang, sampai akhirnya sesama kader HMI terlibat baku hantam sampai ke luar Gedung JCC. Namun, kericuhan hanya berlangsung selama 10 menit, karena provokatornya langsung diamankan.

Mahfud MD tetap berorasi dan sedikit menyentil sikap kurang terpuji kader HMI yang ricuh. Di akhir pidatonya, Mahfud menyatakan, sebelum melaksanakan Musyawarah Nasional KAHMI di Pekanbaru pada 30 November 2012, beberapa alumni KAHMI datang ke rumahnya.

"HMI sekarang enggak mutu. Bila seperti itu, saya khawatir KAHMI suatu saat akan menjadi mumi atau fosil," ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, nasib KAHMI sangat ditentukan kualitas HMI yang baik, dan kader-kader yang militan. Bila tidak seperti itu, maka KAHMI tidak akan memiliki kader lagi dalam tenggang waktu 15 tahun.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Wiranto, Akbar Tandjung, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Azwar Abu Bakar, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.