Kader NU Harus Jadi Calon Gubernur Jatim, Bukan Wakil

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Dalam Pilgub Jatim 2013, harus ada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tampil sebagai calon Gubernur.  Tak hanya sekedar tampil, tapi harus menang. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Slamet Effendi Yusuf.

Ditegaskan, NU tahun ini harus maju sebagai calon gubernur karena
kalau sekadar menjadi wakil gubernur, itu sudah pernah tercapai pada
pilgub 2008 lalu. "Dan sekarang inilah saatnya", ujar Slamet dalam rilisnya kepada Tribun Minggu (3/2).

Menurutnya, Jawa Timur merupakan basis NU. Di provinsi ini, NU lahir
dan berkembang menjadi ormas terbesar di Indonesia. Hingga kini, Jawa Timur juga masih menjadi basis terkekuat NU dengan anggota yang luar biasa besarnya.

“Itu berimplikasi pada berbagai peristiwa yang melibatkan massa yang besar, seperti pemilu, pilkada, serta berbagai peristiwa demokrasi lainnya,” katanya.

Demokrasi, ujar Slamet, memberi makna jika bisa menyalurkan aspirasi sejati dari mayoritas masyarakatnya. Karena itu, sudah saatnya kaum nahdliyin Jawa Timur menyatukan tekad dan langkah untuk mencapai Jawa Timur I.

“Azam (cita-cita) nahdliyyin jadi gubernur, bukan lagi wakil gubernur. Dengan cara itu orang NU akan memberi kemaslahatan optimal untuk seluruh masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Slamet menegaskan kembali, NU bukanlah parpol yang bisa mengusung pasangan calon dalam pilgub. Karena itu, warga NU yang mau mencalonkan menjadi
gubernur, dipersilahkan menggunakan partai apapun yang bersedia
mencalonkannya.

“Dan apapun partai yang mencalonkannya, calon gubernur yang orang NU itu harus didukung warga NU. Itu kewajiban moral sebagai orang NU", kata Pengasuh Pesantren Al Azhary, Purwokerto, Jawa Tengah ini.

Dalam menghadapi Pilgub Jatim, tambahnya lagi, warga nahdliyin harus kompak
satu suara agar cita-cita mempunyai gubernur dari NU tercapai. Apalagi
jika yang mencalonkan sebagai gubernur adalah kader NU yang memiliki track record jelas, baik ideologis, kiprah, dan kepemimpinannya.  "Wajib kita mendukungnya," katanya.

Sekedar diketahui, dalam pilgub Jatim yang bakal digelar Agustus mendatang, ada kader NU yang masuk dalam bursa calon, yaitu Khofifah Indar Parawansa yang telah mendapat rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk tampil sebagai calon gubernur. Selain Khofifah, ada nama Saifullah Yusuf yang telah memastikan diri
bakal tampil sebagai wakil Gubernur, mendampingi incumbet Soekarwo.

Berbeda dengan Soekarwo yang hampir pasti perpasangan dengan Saifullah
Yusuf, Khofifah hingga kini belum mengumumkan calon pendampingnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.