Kader PAN Usul RS Khusus Pejabat, NasDem: Berlebihan, Menyakiti Publik

·Bacaan 2 menit

VIVA – Usulan Wakil Sekjen PAN Rosaline Rumaseuw agar pemerintah menyediakan RS khusus Pejabat menuai kecaman. Usulan itu dinilai tidak tepat, berlebihan dan dapat menyakiti hati masyarakat.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, menyampaikan demikian karena saat ini yang diperlukan adalah rasa persatuan antara seluruh elemen bangsa di tengah pandemi berkepanjangan. Ia menyebut hal ini mesti dijaga baik oleh pejabat maupun rakyat.

Kata dia, jangan justru membangun penyekat yang membedakan strata sosial sesama warga negara.

"Saya kira berlebihan dan akan menyakiti perasaan publik. Bukan saat ini mengusulkan hal yang justru membangun jurang pemisah. Saya kira lebih tepat, anggota DPR untuk sama-sama menyukseskan langkah pemerintah untuk mengendalikan laju penularan COVID-19 ini. Bukan dengan usulan membangun RS yang justru menempatkan privilege yang tidak penting demikian," kata Willy, kepada wartawan, Kamis 8 Juli 2021

Bagi dia, melindungi para anggota dewan dan segenap pejabat di Tanah Air ada banyak cara yang dapat dilakukan. Bukan dengan cara membangun rumah sakit khusus yang dapat menyakiti hati rakyat.

"Ada banyak cara agar masyarakat termasuk anggota DPR ini terlindungi dari pandemi selain menuntut pendirian RS ekslusif. Promosi pembatasan mobilitas, hidup sehat dan prokes, mendorong tempat-tempat isoman berbasis RT/RW dengan dukungan fasilitas yang memadai, dan banyak lainnya," ujar Willy yang juga Ketua DPP Nasdem tersebut.

Saat ini, kata Willy, Gotong royong yang ditunjukkan warga seharusnya menjadi pembelajaran penting. Anggota DPR, menurutnya, harus mendorong gotong royong dan jika memungkinkan ikut memfasilitasi sesuai daerah pemilihan masing-masing.

"Tentu sebagai anggota DPR juga perlu mendorong lahirnya kebijakan negara yang dapat menjadi payung hukum Tindakan cepat tanggap dalam masa kedaruratan bagi aparatur pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PAN, Rosaline Irene Rumaseuw menilai pemerintah tidak siap menghadapi COVID-19 sejak awal kemunculannya. Hal ini terlihat dari kurangnya sejumlah layanan dan fasilitas kesehatan selama COVID-19.

Rosaline menceritakan pengalamannya yang kesulitan saat membantu mencarikan rumah sakit untuk para pejabat negara. Dari peristiwa ini, Rosaline pun minta Pemerintah menghadirkan rumah sakit khusus untuk para pejabat negara.

"Saya minta perhatian kepada pemerintah, bagaimana caranya harus ada rumah sakit khusus buat pejabat negara. Segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya," kata Rosaline, Rabu 7 Juli 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel