Kadin bidik BIMP-EAGA sumbang 6 persen perekonomian nasional

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Akbar Djohan menargetkan acara tahunan Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang bakal digelar Februari mendatang mampu menghasilkan transaksi bisnis yang dapat berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Akbar dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis, menargetkan kegiatan itu mampu mendongkrak perekonomian Indonesia dari sisi logistik sebesar 6 persen, lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III pada 2022 sebesar 5,72 persen.

Ia juga mengharapkan kegiatan yang akan digelar pada 21-23 Februari 2023 itu mampu mengantongi 20-30 persen total potensi ekonomi logistik (terintegrasi).

“Total ekonomi yang berputar, kalau kita bicara ekosistem logistiknya itu tidak kurang dari Rp2.000 triliun, baik itu maritimnya artinya moda transportasi laut udara bahkan daratnya, nah ini kurang lebih Rp2.000 triliun,” paparnya.

Target tersebut, menurut dia, sudah mampu memberikan harapan dan kontribusi yang baik yakni di atas pendapatan revenue 3-4 tahun sebelumnya sebelum pandemi melanda.

“Jadi kami dari badan logistik Kadin sangat optimistis pertumbuhan generik maupun non generik ini bisa jadi membooster pertumbuhan ekonomi nasional serta bisa menjadi trigger di awal tahun ini kita bisa menghidupkan kembali harapan-harapan dari pemerintah,”

BIMP-EAGA merupakan acara tahunan pelabuhan peti kemas, pelayaran dan transportasi logistik dan perdagangan dengan tujuan Indonesia mampu mempromosikan dan memfasilitasi perdagangan dan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah BIMP-EAGA melalui transportasi dan logistik.

Baca juga: Kemenko Perekonomian: BIMP-EIGA jadi momentum bangkit dari Pandemi

Baca juga: Menteri Airlangga pimpin PTM pada kegiatan BIMP-EIGA