Kadin dan Pemerintah Teken MoU Ekspor Produk UKM ke Tanah Suci

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait upaya optimalisasi peran usaha kecil dan menengah (UKM) dalam memenuhi kebutuhan bagi para jemaah haji dan umrah di Tanah Suci.

MoU tersebut diteken secara bersamaan melalui sambungan virtual, oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Menteri Perdagangan M. Lutfi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada Rabu 13 Januari 2021.

"MoU ini adalah upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia, guna memfasilitasi UKM Indonesia memasuki pasar ekspor melalui pemenuhan kebutuhan haji dan umrah," kata Rosan dalam telekonferensi, Rabu 13 Januari 2021.

Rosan menjelaskan, ruang lingkup MoU ini antara lain meliputi peningkatan dan pertukaran informasi pasar produk-produk ekspor, dalam rangka pemenuhan kebutuhan bagi para jemaah haji dan umrah.

"Demikian pula dengan kegiatan promosinya, penguatan database UKM yang potensial untuk ekspor, hingga penyediaan infrastruktur bisnis yang mencakup aspek produksi, logistik, pembiayaan, dan penjaminan," ujarnya.

Rosan mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah peningkatan pemahaman pelaku UKM, mengenai tata cara dan prosedur ekspor, pemahaman dan pemenuhan atas regulasi, serta pemenuhan sertifikasi.

Dia berharap, kesepakatan ini akan dapat mendorong peningkatan akses pasar dan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi. Termasuk, dalam perjanjian dagang antara Indonesia dengan Gulf Cooperation Council (GCC).

Selain untuk memberdayakan UKM yang terdampak pandemi COVID-19, Rosan mengakui bahwa langkah ini juga merupakan tantangan bagi pemerintah dalam implementasi percepatan dan penyederhanaan proses perizinan ekspor bagi para pelaku UMKM.

Tujuannya tak lain adalah untuk membantu para UMKM agar bisa menjadi bagian dari jaringan rantai pasok perdagangan nasional dan internasional, dan menciptakan kemitraan antara perusahaan kecil dan menengah dengan perusahaan eksportir besar demi mendorong UMKM agar naik kelas dan go international.

"Yang penting juga saat ini adalah membantu menggalakkan program pelatihan untuk literasi digital bagi UMKM, agar mereka dapat menjadi bagian dari jaringan e-commerce nasional dan internasional dalam pemasarannya," kata Rosan.

"Serta membantu para pelaku UMKM itu agar dapat memanfaatkan fintech yang inklusif untuk aspek permodalan," ujarnya.