Kadin DKI Jakarta Sebut WNA dari 13 Negara Ikut Vaksinasi Covid-19 Bagi Pencari Suaka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kadin DKI berkolaborasi dengan Pemprov Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 untuk para pencari suaka dan pengungsi WNA yang berdomisili di Jabodetabek.

Dalam prosesnya, partisipan berasal dari sekitar 13 negara.

"Totalnya ada 13 negara dan penerima vaksin terbanyak datang dari negara Afghanistan sebanyak 313 orang, disusul Somalia serta Pakistan sebanyak 22 orang," tutur Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam keterangan acara yang digelar di GOR Bulungan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).

Menurut Diana, ada sebanyak 600 orang pencari suaka dan pengungsi yang menerima vaksinasi Covid-19 hari ini. Adapun WNA berasal dari berbagai negara antara lain Afghanistan, Srilanka, Somalia, Mesir, Yaman, Irak, Iran, Sudan, Ethiopia, Pakistan, Mynmar, Uganda, dan Kongo.

"Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah DKI Jakarta dengan Kadin, di mana Pemprov DKI cukup banyak memfasilitasi untuk mendapat persetujuan dari Kemenkopolhukam dan Kemenkes," jelas dia.

Diana mengatakan, pihaknya menyediakan sebanyak 1.200 vaksin jenis Sinopharm untuk penerima vaksin Tahap I dan II. Nantinya, akan ada evaluasi demi kelanjutan penyediaan fasilitas vaksin WNA pencari suaka dan pengungsi tersebut.

"Kadin Indonesia tentu sangat mendukung untuk digelarnya vaksinasi bagi pencari suaka dan pengungsi di Tanah Air," Diana menandaskan.

Vaksin Bagi WNA

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama sejumlah pihak menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk Warga Negara Asing (WNA) pengungsi dan pencari suaka yang berdomisili di Jabodetabek.

Kegiatan tersebut untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi seluruh lapisan masyarakat agar tercipta kekebalan komunitas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, untuk vaksinasi tahap pertama diberikan sebanyak 600 akseptor atau 1.200 vaksin (tahap 1 dan 2) dengan vaksin Sinopharm.

"Virusnya menular pada siapa saja, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing, termasuk para pencari suaka. Ini masalah umat manusia di mana semua harus mendapatkan perlakukan sama dan setara," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan di Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan. Menurut Anies, kegiatan tersebut merupakan balasan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebelumnya pernah mengirimkan surat untuk mengusulkan adanya vaksinasi Covid-19 bagi WNA pengungsi dan pencari suaka.

"Menghadapi itu kita ketemu jalan keluar, dan Kadin Indonesia pun merespons untuk turun tangan menyiapkan vaksin gotong royong. Sedangkan kami di Pemprov DKI siapkan regulasi dan vaksinnya," jelas Anies.

Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menyatakan, berdasarkan data dari UNHCR terdapat sekitar 4.942 pengungsi dan pencari suaka yang berusia 12 tahun ke atas yang tinggal di Jabodetabek.

"Melalui program kolaborasi ini, sebanyak kurang lebih 600 WNA pengungsi dan pencari suaka diberikan fasilitas untuk melakukan vaksinasi tahap pertama dengan vaksin Gotong Royong," jelas Diana.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel