Kadin gandeng Telkom buka peluang rekrutmen pekerja melalui Vokasakti

·Bacaan 2 menit

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bekerja sama dengan PT Telkom membuka peluang kerja/rekrutmen para siswa atau lulusan perguruan tinggi melalui aplikasi Vokasakti, yang mempertemukan dunia pendidikan dengan industri.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto di Surabaya, Senin mengatakan, aplikasi ini mendukung program vokasi (link and match) atau pendidikan vokasi dual sistem.

"Sekarang kami menandatangani kerja sama dengan Telkom. Harapan kami setelah MoU ini kami bisa melink and match kegiatan Kadin dengan Telkom, kemudian kami juga bisa melakukan fasilitas pemagangan, tidak hanya siswa SMK, namun juga perguruan tinggi," kata Adik, kepada wartawan.

EVP Telkom Indonesia Regional V Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Djatmiko mengatakan, kerja sama penggunaan aplikasi Vokasakti ini untuk mendukung program link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

Aplikasi tersebut, kata dia, akan pertemukan alumni SMK dan dunia industri, sekaligus mengelola data base dari sekian banyak alumnus SMK.

"Mereka itu memiliki kualifikasi dan keahlian apa, itu nanti yang dipertemukan di sini, dan Vokasakti ini akan terus kami kembangkan sehingga bisa menjadi solusi kebutuhan bersama," ujar Djatmiko.

Dengan kerja sama ini, Telkom diharapkan menjadi lokomotif penggerak digitalisasi ekonomi, dan bagaimana mengelola lulusan vokasi supaya tersambung dan sesuai dengan dunia industri.

"Ini menjadi satu poin yang kebetulan kami memiliki potensi, yaitu aplikasi atau platform Vokasakti yang menjadi solusi problem yang sedang dihadapi Kadin, yakni mewujudkan link and match antara dunia industri dan pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, saat ini sudah ada sekitar 200 SMK yang menggunakan aplikasi vokasakti secara nasional, sementara di Jatim mencapai 40 SMK. Sedangkan jumlah industri yang telah melakukan registrasi mencapai 4.174 industri, di Jatim mencapai 169 industri.

"Target kami dengan adanya kerja sama ini, industri yang melakukan registrasi akan bertambah menjadi 10.000 industri," katanya.

Baca juga: Kadin dorong percepatan jumlah wirausaha di Jatim
Baca juga: Kadin Jatim latih enam pendamping UMKM di setiap daerah
Baca juga: Kadin Institute targetkan 1.000 dosen di Jatim tersertifikasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel