Kadin: Konsep kota pintar IKN akan menjadi bukti pencapaian SDGs

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan konsep kota pintar ("smart city") Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi bukti pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau "sustainable development goals" (SDGs).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur Insanul Kamil mengatakan infrastruktur di IKN dibangun dengan mengimplementasikan "smart city" yang mengusung konsep green, smart, beautiful and sustainable.

"Konsep 'smart city' yang menjadi dasar pembangunan IKN tentunya akan menjadi bukti pencapaian SDGs, khususnya tujuan SDGs ke-11, yaitu meningkatkan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, serta tujuan SDGs ke-13 yang menyatakan bahwa segera mengambil tindakan untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya," kata Insanul dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Hal ini akan menjadi salah satu bukti pencapaian Indonesia dalam implementasi SDGs.

Tentunya, kata dia, konsepsi manajemen aset untuk "smart city" IKN merupakan pendekatan implementasi yang terintegrasi, dimulai dari perencanaan, pembangunan, operasional, dan manajemen aset.

Baca juga: Kadin ajak investor bangun IKN Nusantara
Baca juga: Ketua Kadin ajak pengusaha jajaki peluang di ibu kota negara baru

"Manajemen aset tentunya akan menjadi critical point bagi 'smart city' IKN mengingat pembangunan infrastruktur IKN membutuhkan pengelolaan aset yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan," kata Insanul.

Dalam implementasi manajemen aset di IKN membutuhkan kolaborasi dan pelibatan semua pemangku kepentingan dalam satu semangat gotong royong untuk menciptakan ibu kota negara baru sebagai sebuah peradaban baru, paparnya.

Sebagaimana diketahui pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah menggunakan konsep "smart city forest" atau kota di dalam kawasan hutan dengan sekitar 75 persen wilayah menjadi kawasan hijau dan menggunakan konstruksi yang ramah lingkungan untuk setiap bangunan.

Dalam pembangunannya, kata dia, upaya implementasi yang dilakukan nanti dapat dilihat dari fasilitas konektivitas yang melindungi habitat satwa, penghijauan di jalan nasional, penggunaan tenaga surya, efisiensi energi bangunan, dan modernisasi tempat pembuangan akhir (TPA) dengan menggunakan teknologi flaring.

Pembangunan IKN di Kalimantan Timur dimulai pada 2022 dengan proses pemindahan melalui berbagai tahapan meliputi pembangunan infrastruktur dan bangunan inti dalam skala penuh hingga membangun ekosistem.