Kadin nilai ibu kota baru solusi hadapi tantangan perkotaan

·Bacaan 2 menit

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pembentukan ibu kota baru atau IKN menjadi kota cerdas menjadi solusi dalam menyelesaikan tantangan perkotaan di masa depan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang PUPR dan Infrastruktur Insannul Kamil mengatakan bahwa teknologi digital akan menjadikan IKN menjadi kota cerdas atau smart city.

"Kenapa harus kota cerdas? Kota cerdas itu adalah salah satu solusi dalam menyelesaikan tantangan perkotaan di masa depan, terutama isu urbanisasi," ujar Insannul Kamil dalam seminar daring di Jakarta, Senin.

Isu dan permasalahan perkotaan di Indonesia saat ini menjadi begitu kompleks, terutama kota metropolitan seperti Jakarta, melibatkan sejumlah besar masyarakat perkotaan dan pemerintah pengelola kota.

"Kota cerdas merupakan sebuah strategi alami yang akhirnya akan mengurangi masalah yang muncul akibat urbanisasi yang cepat dan pertumbuhan populasi perkotaan yang sangat tinggi," katanya.

Kota cerdas, lanjutnya, merupakan solusi efektif, efisien dan berkelanjutan atas tantangan dan permasalahan yang terus meningkat yang dihadapi perkotaan di masa depan.

"Pembangunan IKN Indonesia diarahkan pada terwujudnya kota dengan fasilitas infrastruktur yang ramah lingkungan, cerdas (smart), indah dan berkelanjutan (sustainable) karena terkait dengan Sustainable Development Goals, khususnya terkait dengan kota serta permukiman yang berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim," kata Insannul Kamil.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tertarik untuk mempelajari bagaimana konsep kota pintar dapat diimplementasikan dan dibangun di Indonesia.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Korea Selatan Han Jeoung-ae di Glasgow, Skotlandia, Menteri Basuki menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Korea Selatan pada akhir tahun 2021 ini untuk melihat beberapa proyek smart city, diantaranya Smart Village di Eco Delta City, Songdo City dan Sejong City.

Menteri Basuki menyatakan bahwa Kementerian PUPR ingin banyak mempelajari pengalaman Korea sehubungan dengan rencana pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Baca juga: Kementerian PUPR: Ibukota baru akan mengedepankan lima transformasi
Baca juga: Pembangunan IKN pertimbangkan manajemen pembangunan regional
Baca juga: Kadin undang investor infrastruktur UEA investasi di ibu kota baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel