Kadin Nilai Tantangan Terbesar Pembangunan Berkelanjutan Ialah Pembiayaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Greeneration Foundation (GF) meluncurkan inisiatif Green Fund Digital Philanthropy (GFDP) sebagai platform gotong royong untuk menghimpun pendanaan publik berbasis teknologi digital. Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut, inisiatif ini menjadi salah satu program yang berfokus mengatasi perubahan sosial dan krisis iklim.

Dia mengungkapkan, saat ini banyak terjadi kerusakan lingkungan yang telah mendorong krisis iklim, sehingga menjadi isu darurat global. Urgensi ini telah mendorong pemimpin dunia menghasilkan solusi konkret dalam mengatasi masalah lingkungan dan krisis iklim.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 2021 lalu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan komitmen ambisius Indonesia untuk menangani perubahan iklim, dan mencapai zero nett emission pada tahun 2060 melalui rehabilitasi hutan mangrove dan lahan kritis, juga transisi energi terbarukan.

"Tantangan terbesar dalam mencapai-capaian SDGs adalah dari segi pembiayaan yang sangat signifikan. Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan mengatakan bahwa kita sudah tidak bisa lagi bergantung pada APBN. Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembiayaan adalah dengan skema pembiayaan campuran atau blended finance," ujar Arsjad dalam peluncuran GFDP, secara virtual, Kamis (28/4).

Skema ini menggabungkan dana yang diperoleh anggaran negara dengan sumber-sumber di luar pemerintah termasuk dana dari filantropis hibah, sektor swasta, organisasi non Pemerintah, dan lain-lain. Kadin yakin dengan adanya penandatangan nota kesepahaman kita dapat menghadirkan solusi perubahan iklim melalui ekosistem pendanaan berkelanjutan.

Percepat Ekonomi Sirkular

sirkular
sirkular.jpg

Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen Kadin untuk mengembangkan inisiatif keberlanjutan di Indonesia, yaitu dengan memfasilitasi pembiayaan dan mengoptimalkan pendanaan berkelanjutan untuk mempercepat transisi iklim, dan ekonomi sirkular.

"Kami berharap melalui kemitraan ini bisa tercapai target 10 tahun restorasi lingkungan 10 juta individu pendukung perubahan dengan Rp 10 ribu per bulan sebagai donasi rutin sebagai bentuk nyata solusi perubahan iklim," ujarnya.

Adanya kerja sama ini, dia berharap bisa memerangi krisis iklim dan lingkungan, serta Indonesia mampu mencapai target net zero emission pada 2060 sekaligus mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif demi terwujudnya Indonesia emas di tahun 2045 nanti.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel