Kadin: Pandemi mengubah lanskap industri RI perlu stimulus berbeda

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Stimulus ekonomi disarankan agar disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha karena dampak pandemi yang dialami setiap industri berbeda-beda sehingga perlu penanganan yang berbeda pula.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, dalam keterangannya, Sabtu, mengatakan pentingnya formulasi stimulus yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha yang terdampak pandemi.

“Jadi memang dampak yang dialami setiap industri berbeda-beda sehingga memerlukan penanganan dan stimulus ekonomi yang berbeda pula. Ini tentunya memerlukan kolaborasi dengan asosiasi yang terkait langsung menghadapi permasalahan industri sehari hari,” ujar Arsjad.

Menurut Arsjad yang juga Calon Ketua Umum Kadin 2021-2026 pandemi telah mengubah peta dan lanskap industri di Tanah Air.

Baca juga: Sudah diberi stimulus, Airlangga ingatkan pengusaha wajib bayar THR

“Pandemi ini telah mengubah lanskap industri kita. Hampir 30 juta pekerja di Indonesia terdampak oleh pandemi,” ujar Arsjad Rasjid.

Ia berpendapat, pandemi ini juga memberikan dampak berbeda beda terhadap keseluruhan industri.

Contohnya, kata dia, beberapa industri mengalami kontraksi akibat menurunnya permintaan seperti transportasi dan akomodasi, serta perdagangan dan manufaktur.

“Di luar itu, industri yang esensial seperti kesehatan dan pertanian justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tahun 2020. Pertumbuhan pertanian didorong oleh peningkatan produksi terutama tanaman pangan dan sayuran,” ujar Arsjad Rasjid.

Baca juga: Stimulus anggaran kemitraan UMKM untuk percepatan pemulihan ekonomi

Arsjad Rasjid dalam kapasitasnya di Kadin Indonesia terus berupaya mendengar aspirasi dari para pengusaha yang tergabung dalam perwakilan asosiasi industri di Indonesia.

Pihaknya menggelar banyak pertemuan dan dialog agar bisa merumuskan rekomendasi kebijakan dan stimulus yang ideal kepada pembuat kebijakan.

Untuk itu maka harus mendengar langsung problem yang dialami asosiasi industri di tanah air, terutama ketika dunia usaha dan pelaku industri terdampak pandemi COVID-19.

Kadin ke depan, menurutnya, dapat berperan lebih aktif untuk membantu mengatasi tantangan tersebut. “Kadin harus bisa mengambil peran penting sebagai partner utama pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Baca juga: Bank Dunia: Stimulus AS percepat pemulihan Asia Timur dan Pasifik