Kadin: pengusaha punya komitmen bangun energi terbarukan di daerah 3T

·Bacaan 2 menit

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan pelaku usaha energi memiliki komitmen untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik dari energi terbarukan di daerah-daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

“Para pengusaha tertarik kepada pengembangan pembangkit listrik terutama untuk menggantikan PLTD yang mahal biaya pengoperasiannya dan sudah tidak sesuai dengan rencana pemerintah Indonesia,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Ketenagalistrikan KADIN Indonesia Jaya Wahono melalui keterangan resmi pada Kamis.

Ketertarikan pengusaha, lanjut Jaya, terjadi karena pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri atau 40 persen dengan bantuan Internasional sebelum 2030.

Baca juga: Kadin optimis RI jadi produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia

Baca juga: Kadin apresiasi pemberian insentif industri baterai dan mobil listrik

Menurut Jaya, hal tersebut juga mendasari penandatanganan kerja sama di antara para pelaku usaha di sektor energi.

Salah satu bentuk nyata atas komitmen tersebut adalah penandatanganan MoU antara PT Charta Putra Indonesia (Clean Power Indonesia/CPI) dan PT TBS Energi Utama Tbk untuk membangun Timor contoh pulau energi terbarukan nasional.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama CPI Jaya Wahono dan Head of Business Development TBS Dimas Adi Wibowo di sela sesi bincang-bincang di Pavillion Indonesia COP 26 di Glasgow, Rabu (3/11).

“Kami akan terus melakukan inovasi dalam pembangunan PLTBm berbasis masyarakat di Indonesia termasuk secara hybrid dengan tenaga surya, baterai, serta pembangkit listrik tenaga sampah skala-skala kecil,” kata Jaya.

Ia mengatakan penjajakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Pulau Timor telah dimulai sejak tahun 2018.

Selanjutnya, bersama TBS, pihaknya akan mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam konteks pulau (Island Electrification).

Upaya tersebut, kata Jaya, untuk memberikan sebuah model pembangkit listrik dalam ekosistem mikro atau minigrid bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

“Kerja sama CPI dengan TBS juga menyasar provinsi-provinsi lain di Indonesia terutama yang masih banyak menggunakan diesel,” ujar Jaya.

Sejak 2015, CPI juga telah membangun kelistrikan di sejumlah daerah 3T, meliputi pembangunan proyek percontohan PLTBm berbasis masyarakat pertama di Pulau Siberut, Sumatera Barat, dengan pendanaan hibah dari pemerintah Amerika Serikat melalui program Green Prosperity, MCA-Indonesia senilai 12,5 juta dolar AS.

Proyek tersebut diresmikan oleh Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada 17 September 2019 dan diharapkan menjadi contoh untuk meningkatkan akses listrik handal kepada masyarakat di daerah 3T, penurunan gas rumah kaca, penghematan subsidi negara melalui penggantian PLTD menjadi Pembangkit berbasis EBT, serta peningkatan kegiatan ekonomi lokal.

Baca juga: Kadin versi Eddy bahas hubungan dagang dengan Turki

Baca juga: Kadin dorong pengembangan digitalisasi di industri maritim

Baca juga: Luhut bertemu Tony Blair, bahas COP26 hingga ibu kota baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel