Kadin siap fasilitasi IKM naik kelas

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap memfasilitasi industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat naik kelas pada masa pemulihan setelah pandemi COVID-19.

"Kita bisa carikan mitra dengan industri besar atau kita carikan investor," kata Ketua Komite Tetap Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kadin Indonesia, Iskandar Syah Rama Datau di Jakarta, Rabu.

Rama mengatakan dengan terkoneksinya IKM dengan mitra industri besar akan memudahkan dalam mengakses perbankan mengingat dampak dari pandemi beberapa IKM terpaksa harus merestrukturisasi usahanya.

Mengutip dari survei Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ ADB), dampak dari pandemi membuat 30,5 persen permintaan domestik turun, 14,1 persen membatalkan kontrak dan 13,1 persen mengalami hambatan pengiriman.

Rama yang juga aktif di HIPMI Jaya saat "workshop" dengan Kementerian Perindustrian RI belum lama ini mengingatkan kondisi kompetensi IKM saat ini harus terus dikembangkan.

Baca juga: Kemenperin fokus kembangkan sentra IKM, perkuat daya saing

Rama mengatakan kontribusi IKM terhadap PDB sebesar 34 hingga 35 persen dan kerenanya mendorong Kadin Indonesia menyiapkan sejumlah program agar bisa segera naik kelas.

Program yang disiapkan meliputi pelatihan untuk meningkatkan akses pasar, berbagi pengetahuan, serta mempercepat pembayaran (term of payment, TOP) dalam bermitra.

"Seperti TOP untuk jangka waktu 45 hari dinilai sudah terlalu lama, idealnya itu 30 hari atau di bawahnya," ucap Rama.

Dalam mewujudkan sinergi dengan IKM, Rama mengatakan, sudah disiapkan ekosistem yang menggandeng mitra (pengusaha besar) sebagai konsumen, lembaga pembiayaan dan pemerintah.

Dengan demikian, harap Rama, akan terwujud akses pasar yang terus berkesinambungan bagi IKM yang pada akhirnya memberikan stimulus bagi perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Baca juga: Dirjen IKMA: Sentra IKM guna mengembangkan potensi daerah

Rama mengakui tidak mudah untuk membina IKM, khususnya untuk mendorong produksinya sesuai dengan standar sehingga penting di sini pelatihan manajemen mutu.