Kadin Terima Pendaftaran Vaksin Gotong Royong untuk 6,3 Juta Pekerja

Dedy Priatmojo, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah menerima pendaftaran untuk program vaksin gotong royong sejak Februari 2021. Jumlah perusahaan yang mendaftar telah mencapai 8.300 perusahaan.

Wakil Ketum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Anindya Novyan Bakrie menyatakan, jumlah pekerja yang didaftarkan perusahaan tersebut pada tahap pertama ini mencapai 6,3 juta orang.

"Tadi yang sudah mendaftar ada total 8.300 perusahaan dan jumlah karyawannya kalau dikombinasikan kalau tidak salah 6,3 juta. Target vaksin gotong royong ini adalah 20 juta," ujar dia di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021.

Adapun untuk tahap kedua pendaftaran, dikatakan Anindya, dilakukan pada bulan ini. Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan dilaksanakan mulai April dengan jumlah target yang ditetapkan sebanyak 20 juta orang.

"Jadi di tahap pertama sudah terdaftar karyawan jumlahnya 6,3 juta. Karena kapasitasnya sampai 20 juta di pendaftaran tahap kedua kami buka pada Maret ini dengan target April kita vaksinasi," tuturnya.

Meski target program vaksinasi terbatas untuk 20 juta orang, Kandidat Ketua Umum Kadin ini menyatakan, telah menjalin komunikasi aktif dengan Biofarma agar kapasitas vaksinnya ditambah sehingga bisa lebih banyak pekerja yang ikut divaksin.

"Kadin mengupayakan supaya jumlah vaksinnya jauh bisa lebih. Karena, target pemerintah dari Januari 2021 181 juta penduduk dapat divaksin dalam 15 bulan ini upaya kami dari Kadin bersama dunia usaha untuk mempercepat herd umminity," paparnya.

Anindya memastikan, Kadin tidak mengambil dana sepeserpun kepada perusahaan-perusahaan yang mendaftar. Sebab, Kadin hanya memfasilitasi agar program vaksin gotong royong bisa terlaksana dengan baik.

"Melihat jumlah yang ada, dari Sinopharm masih terbatas tapi kita akan mulai bersama dengan Biofarma, kami tidak mengambil dana sedikitpun, kami hanya pendataan jadi kita akan mulai di April," tegas dia.