Kadin Ungkap Potensi Ekonomi Maritim RI dari Pantai hingga Dasar Laut

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memiliki data-data lengkap terkait dengan potensi ekonomi maritim Indonesia. Potensi ini terletak mulai dari garis pantai Indonesia hingga yang harta-harta yang berada di dasar laut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, potensi ini sangat besar karena luas wilayah Indonesia 70 persennya adalah laut. Namun, menurutnya, sumbangannya ke ekonomi RI masih terbilang kecil.

"Dengan luas 70 persen dari luas wilayah kontribusi sektor kelautan terhadap PDB Nasional masih di bawah 30 persen, itu pidato Pak Presiden," kata Yugi dalam diskusi virtual ISEI-Kadin, Jumat, 7 Mei 2021.

Baca juga: Luhut: Pembangunan Lumbung Ikan Nasional Dimulai Akhir Tahun Ini

Dari sisi potensi energi saja, pada dasarnya, menurut Yugi Indonesia memiliki kekayaan yang besar di sektor laut atau kemaritiman. Misalnya, Energi panas laut mencapai 240 megawatt, kecepatan angin laut 3 meter per detik bisa menghasilkan 100 KWh.

Sementara itu, untuk potensi perikanan tangkap dikatakannya juga besar, yakni mencapai 12,5 juta ton dengan lahan budidaya seluas 17,91 juta hektare. Ini didukung dengan potensi biota laut untuk obat sektiar 35 ribu spesies.

"Dari sisi pertambangan, migas (minyak dan gas bumi), 222,85 miliar barel, pasir laut 4.136,77 miliar per tahun, mineral berpotensi di 25 pulau, jasa kelautan BMKT (Barang Muatan Kapal Tenggelam) atau pengangkatan harta di dasar laut 700-800 titik BMKT," tuturnya.

Selain berbagai potensi harta yang ada di dasar laut, dia mengatakan, pariwisata terumbu karang Indonesia juga memiliki keunggulan. Dengan 6 dari 10 lokasi ekosistem terbaik di dunia ada di tanah air dan garis pantai seluas 95.181 kilometer.

"Kita memiliki 95.181 kilometer garis pantai, dive site coral triangle kita terbesar 235 titik di 11 lokasi, industri maritim dipercaya membangun 586 GT dan nilai kontrak Rp10 triliun, perhubungan dan kebutuhan transportasi juga masih besar," papar Yugi.''

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga pernah menyinggung mengenai kekuatan ekonomi laut Indonesia. Jokowi mengatakan, ekonomi biru atau blue economy merupakan anugerah yang menyebabkan Indonesia sebagai negara terkaya dalam hal biodiversity di laut.

"Kita punya kekuatan di blue economy. Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversity di laut. Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan ini dengan tetap menjaga alam dan keberlanjutan produksi," katanya.