Kadishub DKI pastikan angkutan umum tetap beroperasi layani pemudik

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan angkutan umum tetap beroperasi untuk mengantisipasi pemudik yang tiba di terminal Jakarta pada malam dan dini hari.

"Saya ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat arus balik yang menggunakan angkutan umum setelah tiba di terminal, mereka terfasilitasi layanan angkutan lanjutan," kata Syafrin ditemui di Jakarta, Sabtu.

Syafrin menyampaikan, para pemudik dapat menggunakan pilihan angkutan malam hari (amari) setelah tiba di terminal, diantaranya Trans Jakarta. Selain itu, terdapat amari yang beroperasi hingga pukul 00.00 WIB.

Jika tiba lewat dari pukul 00.00 WIB, pemudik dapat menggunakan transportasi angkutan dini hari (andini) yang beroperasi pada pukul 00.01-04.30 WIB. Di luar jam itu, terdapat angkutan reguler yang beroperasi seperti hari biasanya.

Baca juga: Kadishub DKI proyeksi puncak arus balik terjadi Minggu 8 Mei

"Semuanya beroperasi dan melayani trayek masing-masing. Oleh karena itu di seluruh terminal kami ingin memastikan bahwa setelah penumpang tiba di Jakarta, maka mereka dapat melanjutkan perjalanan ke tujuan dengan aman, nyaman, dan selamat," ujar Syafrin.

Selain itu, lanjut Syafrin, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan taksi, baik taksi reguler maupun taksi online yang dapat dipesan menggunakan aplikasi.

Dari sisi keamanan, ia menyampaikan bahwa pihak Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Polda Metrojaya dan TNI yang bertugas di seluruh terminal, untuk memastikan keamanan arus balik.

Dengan demikian, Syafrin berharap agar arus mudik tahun ini berjalan dengan aman dan lancar, sehingga pemudik dapat beraktivitas kembali.

Baca juga: Penumpang bus di Terminal Kalideres terima masker dan vitamin gratis

Baca juga: Pengelola Terminal Kalideres imbau pemudik turun di dalam terminal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel