Kadisnaker DKI Harap Seluruh Pekerja Formal di Jakarta Divaksin Covid-19

·Bacaan 1 menit
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah berharap seluruh pekerja formal swasta di Jakarta bisa divaksin Covid-19. Pasalnya, mereka sangat rentan terpapar virus corona dengan bidang pekerjaannya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data wajib lapor ada sebanyak 2,3 juta pekerja formal swasta yang tersebar di 83.924 perusahaan baik perusahaan mikro, kecil, menengah, dan besar. Adapun sebanyak 1,1 juta di antaranya adalah pekerja ber-KTP DKI Jakarta.

Andri menuturkan, para pekerja formal perlu divaksin lantaran banyak yang bersentuhan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Contohnya, pekerja di bank yang sering bertemu dengan nasabah maupun buruh pabrik yang saling berinteraksi apalagi saat istirahat.

"Potensi keterpaparan Covid-19 cukup tinggi. Sampai saat ini kita menunggu jadwal vaksinasi para pekerja formal swasta. Tetapi kita tetap bermohon kepada Dinkes dan Kemenkes agar seluruh pekerja di Jakarta dapat divaksinasi," ujarnya, Senin (12/4/2021).

Terapkan Prokes

Menurutnya, saat ini masih diberlakukan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya antisipatif penyebaran Covid-19 di lingkungan perkantoran. Termasuk pembatasan jumlah karyawan perkantoran 50 persen dari kapasitas.

"Pandemi ini juga menyadarkan kita bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di tempat kerja itu sangat penting," tandas mantan Kadishub ini.

Reporter: Genan

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: