Kadisnaker ESDM Bali sebut motor listrik jadi alternatif saat BBM naik

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan bahwa motor listrik dapat menjadi alternatif pengganti motor konvensional ketika adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti saat ini.

"Motor listrik itu keunggulannya, pertama, karena tidak menggunakan BBM dan tidak mencemari udara. Kemudian, biaya pemakaian lebih murah, kalau tidak salah orang yang sudah mencoba lebih murah satu banding tiga, jadi sepertiga lebih murah dan ringan," kata Arda di Denpasar, Kamis.

Arda mengakui perlu riset lebih dalam mengenai keunggulan-keunggulan motor listrik dari motor berbahan bakar minyak, namun dari hasil pantauannya para pengguna mengatakan mengeluarkan biaya lebih murah.

Baca juga: Menteri ESDM: Konversi motor listrik dorong pertumbuhan industri baru

"Kelebihan berikutnya biaya servis, kita tahu komponennya lebih sederhana kalau kendaraan listrik. Motor listrik bisa jadi alternatif, kalau kita lihat harga jual motor listrik terhadap konvensional juga tidak begitu jauh," ujar Arda kepada media.

Ia menuturkan bahwa saat ini motor listrik sudah dapat dimiliki dengan harga Rp20 juta, pemasaran dan penjualnya juga bertambah di tiap kabupaten/kota di Bali.

"Masyarakat memang cenderung perhitungan, misalkan ingin membeli motor listrik keringanannya apa. Selain udara bersih, biaya pemeliharaannya rendah, biaya pajak lebih rendah daripada motor konvensional," ujar Arda.

Terhadap kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mulai adanya peralihan menuju kendaraan listrik di saat kenaikan BBM, Arda menilai tak ada kesulitan, salah satunya seperti montir kendaraan konvensional yang dapat menyesuaikan dengan kondisi di kendaraan listrik.

"Pelatihan satu dua hari mungkin memahami bagaimana kendaraan listrik, dan kami di Disnaker sudah pernah melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan motor listrik melakukan pelatihan motor listrik," kata dia.

Baca juga: Menteri ESDM: Sepeda motor listrik bisa hemat BBM 60 persen

Baca juga: United E-Motor targetkan produksi hingga 500 ribu unit setiap tahun

Dalam pelatihan yang dilaksanakan Disnaker ESDM Bali dengan peserta terbatas untuk dilatih oleh pihak perusahaan motor listrik dan instruktur dari guru-guru SMK. Selama dua hari, para peserta mengikuti pelatihan dengan didukung peralatan praktik kendaraan listrik.

Dengan segala kesiapan menuju peralihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Ngurah Arda melihat bahwa masyarakat Bali telah menuju ke arah sana. Hal ini terlihat dari adanya perkumpulan motor listrik, hingga perkumpulan konversi motor dari konvensional dijadikan motor listrik.

"Di Bali sudah banyak motor konvensional umur 10 tahunan diubah menjadi motor listrik. Minggu lalu Kementerian ESDM melakukan tur motor listrik, sosialisasi di Nusa Dua," kata dia.