Kadispenad Buka Pelatihan Foto Jurnalistik Angkatan Darat

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus hari ini membuka pelaksanaan pelatihan foto jurnalistik yang digelar untuk 21 orang personel dari jajaran Penerangan Angkatan Darat meliputi Penerangan Kodam dan Penerangan Korem.

Dalam kesempatan itu, Kadispenad menyatakan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) personel Penerangan Angkatan Darat melalui pendidikan atau pun pelatihan jurnalistik adalah suatu keharusan.

Menurut Kadispenad, pendidikan atau pun pelatihan secara terus menerus dan berkelanjutan akan menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas serta personel yang andal dengan disertai pengamalan penugasan di lapangan.

“Pendidikan Foto Jurnalistik ini merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Dispenad untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia personel satuan penerangan di lingkungan TNI AD, sehingga dapat mendukung tugas-tugas penerangan di satuan masing-masing,“ kata Kadispenad, Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam keterangan resminya, Senin, 15 Maret 2021.

Dia menjelaskan, satuan penerangan saat ini menjadi salah satu ujung tombak TNI AD dalam membangun citra positif di masyarakat. Dengan demikian, jajaran Penerangan Angkatan Darat harus memiliki pemahaman dan kemampuan jurnalistik yang memadai.

“Agar tugas tersebut terlaksana dengan baik, maka personel penerangan perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, termasuk pada bidang foto jurnalistik, sehingga produk yang dihasilkan selain untuk publikasi internal TNI AD juga memiliki nilai lebih untuk publikasi di media,“ ujarnya.

Lebih jauh dia jelaskan, foto jurnalistik tidak hanya tentang mendokumentasikan suatu kegiatan, tetapi merupakan media penyampaian berita, informasi, atau pesan melalui gambar. Foto yang baik adalah yang mampu berfungsi untuk menginformasikan, meyakinkan dan menghibur. Untuk memperoleh karya foto dengan kategori tersebut, tentunya memerlukan proses pembelajaran dan latihan serta kejelian dalam melihat suatu momen.

Selain itu, lanjut Brigjen Nefra, foto jurnalistik yang baik adalah karya foto yang mampu menyajikan kisah cerita secara eksplisit dan implisit, artinya karya foto mampu menggambarkan seribu cerita. Kemampuan mengambil foto yang baik, secara otomatis akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan publikasi yang dilaksanakan satuan penerangan. Oleh karena itu, kemampuan tersebut perlu dimiliki oleh personel penerangan khususnya yang bertugas sebagai tim peliput.

"Saya berharap agar peserta pendidikan dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini secara optimal, untuk menggali pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para pengajar khususnya tim pengajar dari Sony Alfa Guru. Sehingga pengetahuan dan keterampilan tersebut bisa diterapkan di satuan penerangan masing-masing," tutupnya.

Baca: Pasukan Langit Kostrad Memberikan Pertolongan Kepada Anak-anak Papua