Kado Sri Mulyani untuk Bea Cukai: Reformasi Kepabeanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memberikan hadiah spesial untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang hari ini menginjak usia ke-75 tahun. Kado tersebut berupa Keputusan Menteri Keuangan Nomor 399/KMK.04/2021 mengenai Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai.

"KMK ini adalah hadiah bagi Anda sekalian dan sekaligus merupakan suatu tugas yang harus dilaksanakan," kata dia dalam acara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75 di 2021, Sabtu (2/10/2021).

Bendahara Negara itu mengatakan, Bea Cukai pada usia ke 75 tahun telah mencapai banyak sekali prestasi. Atas dasar itulah KMK tersebut menjadi sebagai bagian terus melakukan reformasi.

Namun masih ada tugas terus-menerus yang terus diemban dan dipelihara oleh karena ini hadiah tersebut juga merupakan penugasan yang harus diemban," katanya.

Sebagai sebuah organisasi yang berada di garis terdepan Bea Cukai harus terus memperbaiki diri. Pertama di bidang penguatan integritas dan kelembagaan. Kedua terus memperbaiki pelayanan dan pemeriksaan. Ketiga mencegah dan melakukan penindakan yang efektif dan keempat menjaga penerimaan negara dan mendukung perekonomian secara optimal.

"Ini adalah sebuah tugas yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari pucuk ke atas pimpinan hingga pelaksana. Dari pelaksanaan ke atas pimpinan semuanya bekerja di dalam ritme dan gelombang serta tujuan yang seragam. Bekerjalah dengan jujur dan jaga integritas sebuah prinsip yang tidak boleh di kompromi kan dan tidak bisa diperjualbelikan," pintanya.

Sri Mulyani melanjutkan, di dalam dinamika ke 75 tahun, Bea dan Cukai harus terus mampu merekrut orang-orang terbaik dari seluruh Indonesia.

Kemudian orang-orang terbaik ini terus dibina, sehingga mereka menjadi jajaran profesional berintegritas dan selalu bisa diandalkan serta dipercaya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berbasis Data

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melihat barang-barang di Pusat Logistik Berikat (PLB) Dunia Express, Sunter, Jakarta, Jumat (4/10/2019). Sri Mulyani melakukan kunjungan ditemani Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan dan Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melihat barang-barang di Pusat Logistik Berikat (PLB) Dunia Express, Sunter, Jakarta, Jumat (4/10/2019). Sri Mulyani melakukan kunjungan ditemani Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan dan Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bea dan Cukai di dalam perubahan teknologi juga harus menjadi institusi yang terus bergerak dan berkembang. Menjadi institusi yang menggunakan data untuk terus mengembangkan layanan dan pelaksanaan tugas-tugasnya.

"Jadilah organisasi yang terus belajar learning organisasi yang akan memperbaiki cara kerja kita memberikan tantangan bagi jajaran kita, memotivasi mereka. Sehingga mereka menjadi manusia yang makin baik dan sempurna dan kemudian menjalankan tugas secara penuh," ujarnya.

Dia juga berpesan Bea dan Cukai di dalam melakukan reformasi harus bekerja sama secara erat dengan unit-unit lain di dalam Kementerian Keuangan. Karena menjaga tugas keuangan negara dan perekonomian tidak bisa dilaksanakan secara sendiri, kolaborasi dan sinergi adalah keharusan dan menjadi strategi yang tidak bisa dipisahkan dari keinginan mencapai tujuan visi misi bersama.

"Bea dan Cukai harus juga mampu bekerja dengan Kementerian yang lain. Saya tahu itu tidak mudah namun ini adalah perintah dan keharusan. Selain itu teruslah bekerja sama di dalam ekosistem dengan para pemangku kepentingan yang lain dilakukan secara penuh dan gunakan teknologi informasi untuk membantu kinerja dan juga menciptakan pelayanan cepat dan bisa dipercaya," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel