Kafe dan Resto di Bekasi hanya Boleh Buka hingga Pukul 19.00

Daurina Lestari, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Semua kafe dan restoran di Bekasi akan dibatasi hanya sampai pukul 19.00. Pemberlakuan itu akan diterapkan selama libur panjang Natal 24-27 Desember dan malam Tahun Baru pada 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 Jika melanggar, pemilik usaha akan dikenakan sanksi, paling berat adalah pencabutan izin usaha.

Penetapan itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Bekasi Nomor : 452.1 / 1513 / Setda.Kessos tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat Dalam Pencegahan COVID-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Kota Bekasi

"Mudah-mudahan masyarakat dan pengelola usahanya bisa sama-sama disiplin dan mentaati aturan tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Tedy Hafni, Rabu 23 Desember 2020.

Tedy menambahkan, apabila kedapetan tidak mengindahkan instruksi tersebut, maka akan ada sanksi, mulai dari sanksi teguran, penyegelan hingga pencabutan izin usaha. "Semoga saja semua pihak bisa bekerja sama dalam mentaati aturan tersebut," imbuhnya.

Baca juga: Utang Pemerintah per November 2020 Tembus Rp5.910 Triliun

Selain itu, kata Tedy, pihaknya sudah menginformasikan ketentuan dalam Intsruksi Wali Kota Bekasi kepada pelaku usaha pariwisata di Bekasi. "Sudah kita sosialisasikan dan meminta mereka mengikuti aturan ini," katanya.

Rencananya, kafe, restoran dan kawasan wisata di Kota Bekasi sudah tidak boleh beroperasi hingga pukul 19.00 mulai Kamis 24 Desember 2020. Dan pembatasan jam operasional itu akan berlaku hingga Minggu 27 Desember 2020.

Dalam instruksi itu menyebutkan, pertama, menerapkan batasan jam operasional paling lama sampai dengan pukul 21.00 bagi pelaku usaha pariwisata.

Dan kedua, khusus pada tanggal 24 Desember 2020 sampai dengan 27 Desember 2020 dan tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, batasan jam operasional paling lama sampai dengan pukul 19.00. Namun, khusus bioskop jadwal tayang terakhir pukul 19.00.

Yang ketiga, pelaku usaha pariwisata harus membatasi jumlah pengunjung, paling banyak 50 persen dari total kapasitas tempat mereka. (ren)