Kagetnya Moeldoko Masalah Demokrat Masih Lanjut hingga SBY Turun

Agus Rahmat, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko kembali angkat bicara soal rencana mau mengambil alih alias kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Persoalan ini sebelumnya sempat mencuat. Namun beberapa hari kemudian tenggelam. Sebelum akhirnya Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pernyataannya. Bahkan terang-terangan menyebut sosok Moeldoko.

Moeldoko sempat kaget, lantaran persoalan Demokrat masih muncul dan menyasar dirinya. Karena dalam beberapa pekan ini, ia mengaku sibuk mempersiapkan pernikahan putrinya.

Baca juga: Max Sopacua: SBY Turun Tangan karena Ngeri dengan KLB

“Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai. Kan saya enggak ngikutin ya,” kata Moeldoko kemarin, dikutip Jumat 26 Februari 2021.

Karena, Moeldoko selama ini sudah fokus bekerja dan mensukseskan acara pernikahan putrinya yang terakhir dalam tiga minggu terakhir. Sehingga, ia tidak lagi mengikuti bagaimana perkembangan internal Partai Demokrat tersebut.

“Saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai,” ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI ini mengingatkan jangan lagi ada yang menekan-nekannya. Karena menurutnya, saat ini dirinya sudah diam dan tidak lagi mengikuti dinamika yang terjadi di internal partai berlambang mercy tersebut.

“Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan dan saya ingin mengingatkan semuanya ya. Karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini. Saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini,” jelas dia.

Sebelumnya, dalam unggahan video, SBY yang juga Presiden RI ke-6 menyebut isu kudeta di Partai Demokrat tersebut merugikan kepemimpinan Presiden Jokowi. SBY bahkan menyebut nama Moeldoko.

"Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu," kata SBY.

"Partai Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu, merugikan nama baik beliau (Jokowi)," lanjutnya.