KAI Bantah Ada Pungutan Liar di Area Parkir Stasiun Bekasi Timur

Merdeka.com - Merdeka.com - PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan tidak ada pungutan liar di area parkir Stasiun Bekasi Timur, seperti informasi beberapa saat lalu di media sosial. Dalam pengelolaannya area parkir tersebut dikelola oleh manajemen pengusahaan area parkir yakni PT Totabuan Manajemen.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, mengatakan sesuai pertimbangan manajemen pengelola parkir tersebut tiket Rp1.000 yang dikenakan pada saat ojek online melalui gate parkir merupakan tiket resmi, bukan pungutan liar. Tiket tersebut dikeluarkan oleh pihak pengelola.

"Apabila ojek online tidak melalui gate area parkir, atau hanya berhenti sampai dengan area khusus sebagai batas antar jemput ojek online yang sudah tersedia di kawasan Stasiun Bekasi Timur, maka tidak perlu membayar biaya tiket tersebut," kata Eva dalam keterangan resminya, Kamis (8/9).

Saat ini, di kawasan Stasiun Bekasi Timur sudah tersedia area batas drop off untuk angkutan online. Jika ojek online tidak melalui gate maka calon penumpang cukup berjalan sekitar 100 m untuk dapat menuju hall stasiun.

PT KAI Daop 1 menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan menggunakan jasa KA, agar dapat mengatur waktu keberangkatannya menuju stasiun dan memperhatikan ketentuan serta persyaratan yang berlaku. Berikut persyaratan menggunakan KRL yang saat ini berlaku sesuai surat edaran dari Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid 19 :

- Setiap pengguna layanan KRL sudah melakukan vaksinasi Covid-19
- Menunjukkan bukti sertifikat vaksinasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat akan masuk area stasiun
- Bagi penumpang yang tidak memiliki smartphone, bisa memperlihatkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama

KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter berkomitmen untuk selalu meningkatkan kenyamanan penumpang kereta baik di area stasiun maupun di atas KA.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]